Tampilkan posting dengan label Entrepreneur. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Entrepreneur. Tampilkan semua posting

10 Tips Sukses Bisnis untuk Pengusaha Muda

 
Beberapa usaha dunia yang paling terkenal dan menguntungkan dimulai oleh mahasiswa. Microsoft mulai di Bill Gates 'kamar asrama Harvard, Google punya yang mulai di kampus Stanford sebagai proyek ilmu komputer mahasiswa doktoral Sergey Brin dan Larry Page dan ribuan perusahaan mahasiswa lain berkembang di setiap industri.
Bahkan jika Anda tidak bertujuan untuk menjadi lain Bill Gates - mungkin Anda hanya ingin mendapatkan uang ekstra dengan bisnis lansekap musim panas - Anda harus menavigasi beberapa tantangan yang unik sebagai seorang pengusaha muda menguji air bisnis. Berikut adalah tips sukses untuk 10 pengusaha muda.




1. Lakukan apa yang Anda cintai.
Semua bisnis remaja yang sukses memiliki satu faktor kesamaan: mereka pemilik mencintai apa yang mereka lakukan - sehingga memilih ide usaha kecil yang sejalan dengan kepentingan Anda, tidak peduli apa yang mereka.
2. Tahu apa yang Anda inginkan.
Apakah Anda bersedia untuk meninggalkan sekolah jika bisnis Anda lepas landas? Atau apakah Anda membayangkan bisnis Anda sebagai proyek sampingan? Mampu menjawab pertanyaan seperti ini akan membantu Anda mengatur waktu dan prioritas.
3. Jadilah radikal ...
Pada akhir usia belasan dan awal 20-an, pemikiran Anda segar, asli dan penuh energi. Jangan takut untuk mencoba sesuatu yang tidak ada yang pernah dilakukan, menciptakan produk off-dinding-atau mengguncang sebuah pasar yang ada dengan mengubah faktor-faktor (seperti layanan atau model pengiriman) bahwa perusahaan yang didirikan mengambil untuk diberikan.
4. ... tetapi mengikuti aturan.
Menjadi seorang pengusaha muda tidak membebaskan Anda dari mendaftarkan bisnis Anda, menyimpan catatan dan membayar pajak. Mengikuti aturan-aturan sederhana sekarang akan menyelamatkan Anda dari sakit kepala hukum dan administrasi kemudian.
5. Kelola waktu Anda.
Menjalankan bisnis sambil sekolah adalah stres dan sulit. Memahami apa yang dibutuhkan dari Anda dalam peran yang terpisah Anda sebagai mahasiswa dan pemilik bisnis, dan mempekerjakan perencanaan dan alat organisasi - misalnya, sebuah buku janji terpelihara dengan baik, Microsoft Outlook atau sistem waktu / manajemen proyek online - untuk membuat sebagian besar dari waktu Anda.
6. Gunakan sumber daya sekolah.
Menjadi seorang mahasiswa bukanlah cacat dalam bisnis, sebaliknya, hal itu bisa menjadi keuntungan. Kampus Anda menawarkan komputer gratis dan konektivitas internet, sejumlah karyawan potensial dan / atau relawan dan keahlian dosen yang akan senang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan Anda. Kau benar-benar dikelilingi oleh orang-orang dan sumber daya, sehingga membuat sebagian besar dari situasi Anda.
7. Cari mentor.
Buddy dengan seorang pengusaha lokal atau pemimpin bisnis dengan catatan prestasi untuk menjadi mentor bisnis kecil Anda. Mentor Anda akan membantu Anda memahami risiko dan tantangan bisnis, menyediakan untuk gagasan-gagasan Anda dan membantu Anda menemukan investor untuk perusahaan Anda.
8. Eksploitasi sumber daya online.
Komputer Anda dapat menghubungkan Anda ke ratusan sumber daya online untuk pengusaha muda. Benamkan diri Anda dalam sumber daya ini, mereka akan membantu untuk menginspirasi, mengarahkan dan memotivasi Anda.
9. Baik untuk diri sendiri.
Terlepas dari bagaimana terorganisir dan antusias Anda, beberapa hari akan membanjiri Anda. Jangan takut untuk mundur dari pekerjaan dan melakukan apa pun yang membuat Anda santai. Apakah itu terburu-buru endorphin latihan, perusahaan hidup dari teman-teman baik atau hari yang tenang meditasi di pantai, mengambil keuntungan dari kesempatan untuk memperkuat diri sendiri dan menyeimbangkan tanggung jawab Anda dengan relaksasi.
10. Periksa mental Anda.
Salah satu masalah yang bisa menimpa pengusaha muda adalah sebuah blok mental terhadap, seperti Nike mungkin mengatakan, hanya melakukannya. Kita semua telah dibangkitkan pada cerita milyarder internet, aktor muda kaya dan cerita lain sukses dalam semalam yang spektakuler. Mengetahui seberapa baik telah dilakukan orang lain dalam bisnis dan seberapa cepat mereka telah mendaki gunung tersebut demotivasi. Hal ini dapat membuat beberapa pengusaha muda kehilangan kepercayaan dan merasa seolah-olah mereka tidak ingin memulai bisnis kecuali itu akan menjadi YouTube berikutnya.
Ini adalah mentalitas diri sendiri. Memeranginya dengan mengingatkan diri sendiri bahwa Anda tidak bersaing dengan siapa pun kecuali diri Anda sendiri. Lakukan apa pun yang Anda dapat lakukan hari ini, apakah itu berarti les, merancang T-shirt atau membangun komunitas online. Yang penting adalah untuk mendapatkan kaki Anda basah - tidak untuk mengambil alih dunia bisnis.
Intinya adalah bahwa mahasiswa hari Anda sudah matang dengan peluang kewirausahaan. Anda mungkin tidak pernah lagi memiliki energi, sumber daya atau motivasi untuk memulai bisnis Anda, sehingga bisa bekerja.

10 Kiat Sukses Untuk Usaha Makanan

 
Apakah anda sering mendengar ucapan, “Yang namanya urusan makanan itu lain lagi urusannya, tak bisa di ganggu gugat”, maling atau perampok sekalipun mereka berbuat itu untuk apa?.. Ya, anggapan tersebut memang ada benarnya, karena kebutuhan manusia akan makan dan minum sudah menjadi kebutuhan pokok yang sama sekali tidak bisa ditunda-tunda.
imageDalam kondisi menghemat pun mungkin Anda bisa sengaja mengerem membeli keperluan sekunder, seperti pakaian beserta aksesorisnya. Tapi coba saja dalam kondisi lapar, Anda pasti tidak akan sungkan-sungkan untuk mengeluarkan kocek berapa pun untuk membeli makanan.
Dengan demikian, tak heran bila beberapa tahun belakang ini banyak pebisnis makanan betebaran di mana-mana, mulai dari pedagang makanan tradisional dengan istilah pedagang kaki lima, hingga pedagang makanan modern yang diklaim sebagai pengusaha kafe dan restoran. Mungkin Anda pun kini bisa mulai mencoba hal serupa.
Kendati demikian, bukan berarti untuk mendapatkan keuntungan yang besar, Anda cenderung memilih membuka kafe dan resto sebagai permulaan usaha makanan Anda.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan usaha kecil menengah (UKM) di beberapa daerah di Indonesia, rata-rata pendapatan para pengusaha makanan dan minuman kaki lima dan rumahan berada di atas rata-rata upah minimum regional (UMR), menarik bukan? Anda seorang pengangguran, pelajar, ibu rumah tangga atau pegawai sekalipun dapat melakukannya, karena usaha makanan dapat di lakukan dengan modal sekecil apapun dan tanpa banyak menyita waktu.
Untuk mempermudahnya saya akan mencoba membaginya dalam beberapa kelompok :
1. kelompok usaha yang menjual makanan pokok sehari-hari seperti Rumah Makan Padang, Warung Tegal, warung nasi sederhana, nasi goreng atau nasi pecel lele.
2. Kelompok usaha makanan pengganti makanan pokok, seperti bubur, mie ayam, bakso, soto, sate, atau batagor.
3. kelompok usaha jajanan, seperti roti bakar, aneka kue, martabak, pisang bakar, gorengan, cireng, cilok atau somay.
4. kelompok usaha berbagai macam minuman, seperti es buah, es campur, jus, es kelapa muda, es cendok, es dawet hingga es teh sisri.
“Sebaiknya Anda memilih yang memang sesuai dengan keahlian dan minat Anda, sehingga dapat menjalankan usaha dengan nyaman dan tanpa beban. Satu hal yang harus Anda hindari adalah membuka usaha hanya karena mengikuti tren, tanpa tahu cara menjalankannya,”.
Adapun hal-hal yang perlu di perhatikan dalam memulai usaha makanan adalah :

1. Modal awal usaha
   Banyak cara untuk menutupi kekurangan modal, misalnya melalui mencari rekanan yang bisa diajak kerja sama, meminjam ke koperasi atau bank melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk pelaku UKM.
   
     Bila modal anda sangat tipis dan ingin melakukannya sendiri itu lebih baik, karena anda tak akan pusing dalam hal lain anda dapat fokus dalam hal pemasaran, namun berhematlah untuk tambahan modal kelak, misakan anda ingin menjadi pengusaha keripik, anda membuat keripik singkong dengan modal hanya 10 ribu, anda goreng dan bungkus menjadi 40 bungkus dengan harga satuan Rp.500, sisihkan separuh keuntungan untuk tambahan modal, menjadi 50, 60, 100, 500 dan bukan hal mustahil hingga ribuan bungkus atau pabrikan.
   Bila memilih usaha patungan, sebaiknya Anda membuat surat perjanjian yang mengatur pembagian wewenang dan hasil usaha guna menghindari masalah di kemudian hari.
   Bila meminjam dari lembaga keuangan, maka biasakan untuk membuat laporan keuangan setelah usaha berjalan. Laporan keuangan tersebut mencantumkan pemasukan, pengeluaran, dan aset usaha yang dimiliki. Hal ini dilakukan agar lembaga keuangan tersebut mengetahui secara pasti perkembangan usaha Anda.
2. Lokasi usaha
   Pilihlah lokasi usaha yang banyak dikunjungi atau dilalui banyak orang. Saat menentukan lokasi usaha juga harus memperhitungkan modal yang akan dikeluarkan. Jangan sampai modal Anda terkuras hanya untuk menyewa atau membeli tempat usaha, anda pun dapat melakukannya tanpa mempunyai tempat usaha tapi dengan menitip produk usaha anda dengan memilih ke strategisan lokasi atau tempat usaha mitra anda.
   Sejumlah lokasi usaha makanan yang strategis antara lain di sekitar sekolah atau kampus, kawasan perkantoran, lingkungan pasar dan mal, perumahan, dan tempat wisata.
3. Menu andalan
   Sebelum memulai usaha, sebaiknya Anda melakukan survei terlebih dahulu tentang menu yang beredar di pasar. Lalu, pilihlah menu yang belum banyak dijual di sana guna mengurangi tingkat persaingan. Namun pilihan menu tersebut harus disesuaikan dengan target pasar atau konsumen. 

4. Pemasok bahan baku
   Memiliki pemasok tetap yang dapat memasok semua bahan baku produksi setiap harinya sangat dianjurkan guna kelancaran proses produksi.
   Selain bisa mendapatkan harga relatif murah, anda pun dapat menjadi orang kepercayaan jika anda dalam keadaan sulit atau terjepit modal, selain itu anda juga bisa diprioritaskan bila suatu saat bahan baku yang Anda butuhkan langka di pasaran. Usahakan memiliki lebih dari satu pemasok sebagai alternatif bila pemasok yang satu tidak bisa menyediakan permintaan. 
   Pembelian bahan baku dari pemasok ini biasanya menggunakan sistem pembayaran kredit atau tunai dengan potongan harga. Besarnya potongan harga relatif, tergantung kesepakatan kedua belah pihak, tapi pada umumnya berada pada kisaran 15-20 persen.

5. Sumber daya manusia (SDM)
   Idealnya, karyawan terbagi ke dalam kelompok tukang masak, pelayan, dan kasir. Tapi, bila usaha tergolong kecil, seorang asisten yang dapat mempermudah pekerjaan Anda itu saja sudah lebih dari cukup.
   Jangan lupa untuk memerhatikan kesejahteraan karyawan dengan memberi gaji sepadan dan tepat waktu. Hal ini untuk menjaga kestabilan keterampilan dan kesiapan karyawan.

6. Target pemasaran
   Menyesuaikan jenis usaha dengan target pasar merupakan salah satu kunci sukses menjalankan usaha makanan dan minuman. Walaupun Anda menawarkan harga murah meriah, tapi tidak sesuai dengan selera konsumen ini bisa menjadi kendala.

7. Promosi yang tepat
   Promosi dari mulut ke mulut hingga saat ini tetap menjadi andalan promosi usaha Anda ke banyak orang. Ini berhasil jika Anda bisa memuaskan konsumen dan nantinya mereka pun bisa menjadi pelanggan setia.
   Dari pelanggan setia ini lah cerita tentang keunggulan usaha Anda akan menyebar ke publik. Bila ada dana lebih, tak ada salahnya mempromosikan usaha lewat media, seperti spanduk, papan nama, pamflet, leaflet, atau via jejaring sosial seperti Facebook atau twitter.

8. Perizinan usaha
   Demi keamanan dan kenyamanan usaha, pastikan Anda mengurus surat izin usaha dari instansi pemerintahan atau pihak berwenang setempat.
   Jika usaha semakin berkembang dan besar, ada baiknya segera mengurus Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP) bagi usaha Anda, mengurus perizinan ke Kementerian Kesehatan, bahkan kalau bisa mengurus sertifikasi halal untuk semua produk usaha Anda ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

9. Sikap dan perilaku
Penting untuk menjaga sikap maupun perilaku anda saat berhadapan konsumen, semakin anda ramah dan sopan maka akan semakin banyak konsumen yang berniat menjadi pelanggan anda, coba anda bayangkan apakah anda mau berbelanja pada pedagang yang sombong, pelit atau jutek? Apalagi kalau kucel dan dekil.

10. Ora et labora
Ora et labora atau bekerja sambil berdoa adalah kunci keberhasilan anda, berjuanglah dan teruslah berdoa kepada yang maha pemberi dan pengatur rezeki, karena dialah yang menilai hasil kerja keras anda, jangan sesekali memakai magic dalam usaha karena sudah pasti akan hancur walau cepat berkembang, berusahalah bersih.
Nah, tips-tips yang saya ambil dari pengalaman tersebut di atas mungkin bisa jadi masukan bagi Anda yang tertarik untuk membuka usaha makanan dan minuman.
Sekarang, saatnya Anda tentukan menu makanan atau minuman apa yang akan Anda pilih. Anda tidak akan pernah tahu bila Anda tidak mencobanya, ide dapat di buat dari hal sekecil mungkin sesuai kemampuan anda, jangan sia-siakan setiap peluang yang terbuka di depan anda.

8 Hal Yang Mengecewakan Calon Pelanggan

 
Membina hubungan baik dengan pelanggan, tentunya menjadi strategi pemasaran yang terbilang cukup efektif untuk mendatangkan transaksi penjualan. Bila selama ini hubungan Anda dengan para pelanggan terjalin cukup baik, tidak menutup kemungkinan bila pelanggan Anda akan semakin loyal dengan bisnis yang Anda jalankan. Dan begitu juga sebaliknya, apabila pelanggan merasa kecewa dengan pelayanan yang Anda berikan, maka bisa dipastikan bila dikemudian hari mereka pun akan berpaling ke perusahaan lain.
kekecewaan pelanggan 200x156 8 Hal Yang Mengecewakan Calon Pelanggan
Kekecewaan Pelanggan
Karena itu, untuk menghindari hal-hal yang dimungkinkan bisa mengecewakan para pelanggan. Berikut ini kami informasikan 8 hal yang mengecewakan calon pelanggan dan perlu Anda hindari dari sekarang.

1. Ketidakpastian
Pada dasarnya setiap konsumen tidak menyukai sesuatu yang belum pasti. Mereka membutuhkan kepastian informasi secara mendetail sebelum akhirnya mereka percaya untuk melakukan transaksi pembelian. Oleh karena itu, pastikan bahwa informasi yang Anda sampaikan benar-benar valid agar konsumen Anda tidak kecewa dengan informasi yang Anda berikan.

2. Diabaikan
Banyak yang mengibaratkkan bahwa “Pembeli adalah raja”. Karena itu jangan sekali-kali mengabaikan calon pelanggan, jika bisnis Anda ingin berkembang besar. Jadikan setiap pengunjung toko Anda sebagai pelanggan istimewa. dan layani mereka dengan sebaik-baiknya.

3. Tak memahami kebutuhan pelanggan
Terkadang sebagai seorang pelaku usaha, kita sering lupa dengan apa yang dibutuhkan pelanggan. Kita hanya memikirkan besarnya keuntungan yang didapatkan dan mengesampingkan apa yang sebenarnya dicari para pelanggan. Karenanya tidak heran bila sekarang ini banyak produk yang persediaannya kosong, padahal produk tersebut banyak dibutuhkan calon pelanggan.

4. Janji palsu
Untuk menarik minat calon pelanggan, tak jarang para pelaku usaha mengumbar segudang janji untuk mendatangkan simpati positif dari khalayak ramai. Namun dari strategi promosi tersebut, tak sedikit perusahaan yang akhirnya mengingkari janjinya dan mengecewakan para pelanggannya. Untuk menghindari kemungkinan seperti ini, sebaiknya sesuaikan kemampuan Anda sebelum akhirnya memberikan iming-iming (janji) kepada calon pelanggan Anda.

5. Membatasi pelayanan sesuai RAS
Setiap pelanggan tentunya memiliki hak yang sama di mata para pelaku usaha. Oleh karena itu jangan pernah membatasi atau membedakan pelayanan berdasarkan suku, agama, atau latarbelakang yang mereka miliki. Mulailah berpikir global untuk menghadapi persaingan pasar.

6. Tidak mau mengalah
komplain pelanggan 200x150 8 Hal Yang Mengecewakan Calon Pelanggan
komplain pelanggan
Bagaimanapun juga, konsumen memegang peranan penuh terhadap kesuksesan sebuah usaha. Karena itu ketika menghadapi komplain dari para pelanggan, usahakan bahwa Anda tetap bersikap tenang dan tidak segan-segan mengalah untuk mengembalikan kepercayaan para pelanggan. Sebab, apabila kita tidak mau mengalah dan melawannya dengan beragam bantahan, bisa dipastikan bila emosi pelanggan semakin memuncak dan tidak menutup kemungkinan bila kejadian tersebut akan membawa efek buruk bagi perkembangan bisnis kita.

7. Ceroboh dan kurang profesional
Meskipun bisnis Anda terbilang kecil, namun sebaiknya Anda memperhatikan profesionalitas kerja dan mengoreksi setiap detail pekerjaan yang Anda jalankan. Sebab, pada dasarnya setiap pelanggan tidak menyukai kecerobohan atau kesalahan para pelaku usaha yang hanya akan menunjukan kurangnya profesionalitas yang mereka miliki.

8. Kebohongan pelaku usaha
Ketika menjalin sebuah hubungan kerjasama, kejujuran menjadi modal awal Anda untuk membangun kepercayaan kedua belah pihak. Ketika salah satu pihak dengan sengaja berbohong atau menyembunyikan sebuah informasi, maka tidak menutup kemungkinan bila kepercayaan pihak lainnya akan menghilang untuk selamanya. Karena itu pastikan bila semua promosi yang Anda sampaikan tidak mengandung unsur kecurangan, dan pastikan bila informasi yang Anda berikan juga berdasarkan kenyataan yang Anda ketahui bersama.
Semoga 8 tips pemasaran yang kami angkat pada pekan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula yang sedang bingung memasarkan produk-produknya. Maju terus UKM Indoensia dan salam sukses!

Kunci Sukses Chairul Tanjung dalam berbisnis

 
chairul tanjung 200x150 Kunci Sukses Chairul Tanjung Dalam Membangun BisnisSiapa yang tak mengenal sepak terjang Chairul Tanjung. Kesuksesan “Si Anak Singkong” ini dalam membangun kerajaan bisnis tentunya sudah tidak perlu kita ragukan lagi. Meskipun terlahir dari keluarga sederhana, Chairul Tanjung yang akrab disapa CT ini tak pernah menyerah dengan keadaan yang ada dan berusaha bangkit untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Semangat inilah yang kemudian mengantarkan Chairul Tanjung menjadi seorang pengusaha sukses yang berhasil membesarkan Bank Mega, Trans Corp, dan Carrefour di Indonesia.
Semua kesuksesan yang Ia genggam saat ini tentunya tidak Ia raih secara instan. Lika-liku kegagalan dalam membangun sebuah usaha pastinya tak pernah luput dari perjalanannya. Namun baginya, kegagalan adalah sahabat terbaik bagi Chairul Tanjung. Karena dari sebuah kegagalan, Ia bisa belajar tentang banyak hal baru.
Nah, bagi Anda yang ingin menapaki kesuksesan seperti halnya kisah Si Anak Singkong. Berikut ini kami informasikan tiga kunci sukses Chairul Tanjung Dalam membangun bisnis.
  • Kerja Keras
“Seorang calon pengusaha tidak boleh cengeng dan mudah menyerah,” tegas Chairul Tanjung. Melihat potensi kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah, tentunya amat disayangkan bila kita tidak memanfaatkan kelebihan tersebut dengan maksimal. Karenanya, wajib hukumnya bagi setiap pengusaha untuk tetap menomorsatukan kerja keras dibandingkan memikirkan modal usaha. “Kita kebanyakan makan mie instan, sehingga segala sesuatunya juga mau instant,” ujar Chairul Tanjung sembari bergurau. Padahal kenyataannya beliau rela bekerja hingga lebih dari 18 jam untuk mewujudkan semua mimpinya yang terkadang dianggap orang lain berlebihan.
  • Kerja Cerdas
kerja cerdas 200x154 Kunci Sukses Chairul Tanjung Dalam Membangun Bisnis
kerja cerdas
Selain kerja keras, seorang pengusaha juga dituntut untuk bisa kerja cerdas. Sebab, ketika Anda terjun menjadi seorang entrepreneur, maka secara tidak langsung Anda juga harus bisa membuat perencanaan yang baik, mengambil keputusan dengan tepat, dan mengatasi semua kendala usaha dengan cerdas. Contoh nyata bisa kita lihat dari keberhasilan Chairul Tanjung yang menciptakan ide-ide segar dan mewujudkannya menjadi nyata. Seperti misalnya inovasi Trans Studio buatannya yang belakangan ini disebut-sebut sebagai taman bermain di dalam ruangan (indoor) terbesar di Indonesia.  “Saya membeli masa depan dengan uang masa lalu.” tutur Chairul Tanjung yang dituliskan dalam buku “Si Anak Singkong”.
  • Kerja Ikhlas
Ketika Anda sudah bekerja keras dan bekerja cerdas, maka kunci sukses yang terakhir adalah kerja ikhlas. Setelah semuanya Anda kerjakan dengan optimal, maka selanjutnya serahkan segala keputusan kepada Yang Maha Kuasa. “Syukuri apa yang kita miliki, jangan pernah berburuk sangka terhadap kuasa-Nya, maka Allah akan menambahkan segala nikmat-Nya kepada kita.” pesan Chairul Tanjung. Ia selalu berpesan kepada setiap pengusaha untuk terus mensyukuri keberhasilan yang mereka dapatkan hari itu, dan terus ikhtiar dan bertawakal untuk mencapai puncak kesuksesan yang diinginkan.
Semoga ketika tips bisnis ala Chairul Tanjung ini bisa memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca dan memotivasi para pemula untuk segera terjun di dunia usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!


Sumber: bisnisukm

12 Pertanyaan Sebelum Memulai Usaha

 
Berniat membuka usaha sendiri, tapi bingung harus mulai darimana? Memang tak mudah untuk memulai usaha, tapi jika Anda bisa menjawab pertanyaan berikut, berarti Anda siap memulainya:

  • Apakah bidang usaha yang akan digeluti itu cukup potensial? Bagaimana prospeknya?
  • Seberapa ketat persaingannya? Siapa kira-kira yang akan menjadi pesaing usaha tersebut? Bagaimana cara menghadapinya?
  • Apa target usaha tersebut? Bagaimana mencapainya?
  • Dari segi hukum, apa yang perlu di siapkan? Apa saja penghalangnya?
  • Apa nama usaha (perushaan) itu?
  • Berapa dana yang dibutuhkan? Bagaimana memenuhinya?
  • Dimana udaha tersebut akan dijalankan? Apakah sudah mempersiapkan kantornya?
  • Sarana atau peralatan yang dibutuhkan? Bagaimanakah mendapatkannya?
  • Apakah tersedia asuransi yang memadai?
  • Apakah Anda sudah memiliki suplier atau pemasok bahan baku?
  • Sistem manajemen seperti apa yang akan diterapkan? Siapa yang akan menjalankan operasional usaha sehari-hari? Berapa karyawan yang dibutuhkan?
  • Bagaimana sistem pemasaran dan distribusi produk atau jasa yang akan dihasilkan? Bagaimana agar masyaraket mengenal produk atau jasa yang dipasarkan?
  • Bila tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu, maka sebaiknya Anda mengkaji ulang niat membuka usaha sendiri, sampai benar-benar siap.

4 Tips dan Teknik Kepemimpinan.

 
4 Tips dan Teknik Kepemimpinan. Menjadi seorang pemimpin memerlukan kerja yang serius dan salah satu tips dan teknik kepemimpinan yang harus Anda ketahui adalah tertib sepanjang waktu. Secara umum

10 Cara Menjadi Wirausahawan Sukses

 

10 Cara Menjadi Wirausahawan Sukses - merupakan impian bagi semua orang. Susah bangun usaha merupakan bumbu manis yang kita lewati dalam menjalankan sebuah usaha entah itu di dunia rill atau dunia virtual. Melalui tulisan ini kang salman akan

3 Alasan Kegagalan Pengusaha

 

Dengan pengalaman saya selama lebih dari 25 tahun bekerja sebagai profesional di Business Development, secara umum saya menemukan bahwa mereka telah berpikir layaknya pengusaha. Inilah yang membuat mereka bisa mencapai puncak profesi mereka. Masing-masing akan mengajarkan pada Anda selama dalam perjalanannya bahwa mereka telah belajar bagaimana berbikir secara berbeda.
Pengusaha sejati berjuang untuk mendapatkan peluang usaha dengan berbagai alasan. Diantaranya yang paling nyata adalah kurangnya modal, kurangnya pemahaman mengenai pemasaran, dan isu personal. Namun, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan kewirausahaan, ada tiga alasan penting mengapa seseorang gagal menjadi pengusaha.
Mereka mengaitkan keberhasilan usaha dengan nilai pribadi mereka.
Mereka menolak menetapkan tujuan yang realistik dan membuat rencana bagi dirinya dan usahanya. Mereka tidak siap untuk membayar harga kesuksesan. Pengusaha sejati dengan pemikiran yang tepat akan terus mengembangkan pemikirannya sepanjang waktu. Mereka sudah belajar untuk memahami Peran, Tujuan, dan Konsekwensi.
1. Peran
Pengusaha sukes, adalah mereka yang berjuang keras, telah belajar untuk memisahkan peran dalam kehidupan mereka dari nilai diri atau identitias diri. Mereka memahami bahwa kinerja peran atau kegagalan dalam usaha mereka bukanlah penilaian terhadap mereka selaku individu. Orang yang cenderung menyamakan nilai diri mereka dengan peran identitas akan menjadikan resiko dan mencari jalan untuk memelihara status quo. Dengan kemampuan memisahkan kedua identitas ini memungkinkan mereka untuk mudah mendapatkan resiko daripada resiko yang merugikan, yang merupakan kunci kesuksesan seorang pengusaha. Seseorang yang memiliki resiko kegagalan, mengalaminya, dan belajar darinya, tidak hanya belajar bagaimana membedakan peran identitas mereka dengan identitas diri, mereka juga telah belajar mengenai resiko dan kegagalan. Mereka memahami bahwa kegagalan di awal usaha merupakan bagian dari awal kesuksesan. Mereka mampu menghadapi pengalaman ini, belajar dengan cepat dan bergerak. Ini hal penting dalam kesuksesan pengusaha. Mereka harus bersedia menghadapi dan menangani kegagalan yang terjadi di awal dari waktu ke waktu.
2. Tujuan
Meski banyak yang dikatakan dan ditulis mengenai pentingnya tujuan dan rencana untuk mencapai kesuksesan sebagai seorang pengusaha, hanya ada sedikit orang yang belajar mekanisme penetapan tujuan dan perencanaan kesuksesan. Ini bukanlah tentang rencana, tapi perencanaan yang penting, dan proses penentuan tujuan yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan kepercayaan diri untuk mengambil resiko dan kegagalan. Pengusaha sukses tidak hanya terdorong untuk mencapai tujuannya dan berorientasi pada tujuan, mereka juga belajar untuk melaksanakan proses strategi dan taktis penetapan dan perencanaan tujuan. Dengan visualisasi tujuan, menuliskannya dan memberikan rencana detil untuk pencapaian memberikan kepercayaan diri dan motivasi. Lebih dari sekedar rencana bisnis atau operasional, mereka memiliki tujuan dan rencana untuk semua peran penting dalam kehidupannya. Dari awal mereka sudah belajar jika mereka tidak mengerjakan rencana mereka sendiri, bisa jadi mereka menjadi bagian dari tujuan dan rencana orang lain. Mereka menciptakan arah sendiri, menghadapi posisi sebagai pemimpin yang mengambil resiko, dan membuat penyesuaian yang diperlukan.
3. Konsekwensi
Terakhir, pengusaha memahami adanya konsekwensi yang mereka bayar. Agar berhasil dalam peran apapun di kehidupan, Anda harus siap untuk membayar penuh seketika. Tidak ada kesuksesan instan untuk menjadi seorang pengusaha. Pada kenyataannya, saya mendengar keberhasilan biasanya membutuhkan waktu 15-20 tahun. Salah satu konsekwensi awal yang disering dihadapi adalah membuat mereka memperbaiki diri yang mencakup pertumbuhan dibalik lingkaran hubungan saat ini. Karena kebanyakan orang cenderung mempertahankan zona nyaman psikologis, mereka mulai kehilangan identitas dengan mengambil resiko. Mereka merasa nyaman dengan tipe orang yang kurang lebih sama seperti mereka. Seringkali pengusaha bergerak menuju ke lingkaran yang berbeda yang memahami perjalanan tersebut. Dengan melangkah keluar, dengan menjadi diri sendiri dan menghadapi resiko sendirian. Konsekwensinya, ditemukan tekanan baru dalam hubungan yang sudah lama. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa pemimpin , dengan melalui proses pembedaan peran kinerja dari nilai diri, menghadapi resiko, menghadapi berbagai hambatan, berpegang teguh pada tujuan Anda, dan menyesuaikan rencana Anda, siapkah Anda membayar konsekwensi tersebut.
Ada banyak hal yang harus dipelajari oleh pengusaha agar berhasil, termasuk mekanisme harian dalam menjalankan usaha, menghasilkan produk, menyampaikan jasa, menghasilkan pemasukan dan berkaitan dengan orang. Tantangan terbesar dari semua ini adalah mengembangkan pemahaman terhadap diri mereka sendiri. Mereka akan mendapatkan pegangan apa yang mereka inginkan dan apa yang memotivasi mereka. Pengusaha sukses harus belajar mentransformasi pemikiran mereka, memungkinkan mereka untuk menghadapi kegagalan yang ditemui sepanjang jalan.
***
Oleh Bill Scheessele
Sumber: www.articlebase.com
Diterjemahkan oleh: Iin - Tim Pengusahamuslim.com

TIPS memulai usaha

 
 TIPS memulai usaha. Memulai sebuah usaha memang tidak mudah, apalagi bagi yang belum memiliki pengalaman usaha sama sekali. Alih-alih langsung melakukan transaksi, seorang pemula biasanya terjebak pada kesibukan-kesibukan yang justru menjauhkan dirinya untuk memulai kegiatan usaha yang sebenarnya. Kadang kesibukan yang tidak perlu itu bisa mencapai berminggu-minggu. Seperti membuat kartu nama, logo usaha, desain kantor, atau sibuk memikirkan konsep usaha.
Jika Anda mengalami kondisi tersebut, ada 10 langkah menurut Robert Spiegel seperti termuat dalam bukunya The Shoestring Enterpreneur’s Guide to the Best Home-Based Businesses.

1. Buatlah list Kerja Tempelkan di tempat yang selalu terlihat oleh anda. Beri tanda dan warna yang menarik perhatian. List itu merupakan “kompas” pemandu anda untuk merintis anda berjalan dan berhasil.

2. Segeralah melangkah

Tirulah bagaimana bayi belajar berjalan. Jatuh-bangun, tanpa pernah menyerah dengan langkah-langkah kecilnya. Seperti itu pula seharusnya anda ketika memulai sebuah usaha. Meski sedikit, pendek, dan kecil, segeralah melangkah. Realisasikan list kerja anda, fokuslah, karena itu akan memperkecil rasa takut dan keasingan yang anda alami, keragu-raguan hanya hilang oleh tindakan.

3. Dapatkan pelanggan atau klien

Kalau anda belum mempunyai pelanggan atau klien, anda belum bisa dikatakan punya usaha. Jadi dapatkan pelanggan atau klien pertama anda untuk memulai bisnis baru anda. Layani, rawat, dan puaskan pelanggan pertama anda.

4. Lupakan kesempurnaan
Tidak mungkin anda mengharapkan segala sesuatunya berjalan sempurna ketika awal-awal anda merintis usaha baru anda. Pasti ada saja masalah dan rintangannya. Tapi tidak apa, itu biasa dan sangat wajar. Di sini, sikap realistis dan kesabaran anda sangat dibutuhkan.

5. Pilihlah karyawan pekerja keras
Sangat penting di awal-awal merintis usaha baru anda, anda dikelilingi oleh orang-orang yang semangat dan pekerja keras. Hal ini akan menciptakan lingkungan yang penuh gairah sehingga semakin menambah amunisi kerja usaha anda.

6. Bicaralah soal Usaha

Kondisikan diri anda dalam dunia usaha dan sebagai pengusaha. Ganti pilihan kata dan bahasa anda dalam kehidupan sehari-hari. Bicarakanlah perusahaan anda sebagai usaha, bukan tentang sebuah usaha. Yakinkan diri anda sendiri bahwa anda sedang menjalankan sebuah usaha. Sebab, kalau anda sendiri tidak yakin dengan usaha anda, bagaimana anda bisa mengharapkan orang lain yakin. Jangan katakana kata-kata yang menunjukkan anda (seperti) tidak serius dalam usaha. Misalnya saja, “Saya sedang berusaha memulia bisnis”. Katakan “Ini bisnis saya”.

7. Hargai diri anda

Kita semua menyukai penghargaan. Ini saatnya untuk jujur pada diri sendiri. Setiap minggu sekali, tanyakan pada diri anda apakah anda sudah melakukan sesuatu yang layak untuk dihargai, sesuatu yang nyata berpengaruh terhadap kemajuan usaha anda. Jangan sungkan-sungkan untuk merayakannya.

8. Jadikan semuanya accountable

Temukan rekan usaha, organisasi atau pemilik usaha lain yang bisa, langsung aatau tidak langsung, mengawasi usaha baru anada. Langkah ini penting agar anda selalu terdorong untuk melakukan langkah-langkah serius yang bisa dipertanggungjawabkan. Langkah ini juga membuat anda selalu berada di jalur tujuan usaha anda

9. Antisipasi perkembangan zaman
Pastikan kalau usaha anda tidak ketinggalan zaman, itulah mengapa anda disarankan untuk tidak lama-lama menghabiskan waktu untuk meruncingkan ujung pensil anda. Sebab yang lebih penting adalah melakukan sesuatu untuk usaha anda. Di sini, anda harus peka terhadap perkembangan zaman.

10. Ingatlah mimpi anda
Ketika usaha anda sudah mulai berjalan, jangan takut untuk keluar dari zona aman anda. Katakan pada diri anda “sekarang saya sudah punya usaha sendiri, saatnya membesarkan usaha saya”. Merubah tujuan dan menciptakan mimpi baru juga bisa menyegarkan semangat anda seperti awal mula merintis usaha baru anda.

Selamat mencoba! Yakinlah anda akan berhasil!

7 kebiasaan yang membuat hidup menjadi kaya

 
Sering kali kita berpikir, bagaimana caranya agar kita bisa kaya secara materil dengan waktu cepat, tapi sedikit di antara kita tidak memikirkan arti kaya yang sebenarnya, kebiasaan kita sangat menentukan arah yang akan kita lalui, ini sedikit motivasi buat kita semua yang semoga berguna buat yang membacanya:

1. Kebiasaan mengucap syukur


Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini, aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.


2. Kebiasaan berpikir positif

Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.


3. Kebiasaan berempati

Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.


4. Kebiasaan mendahulukan yang penting

Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.


5. Kebiasaan bertindak

Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.


6. Kebiasaan menabur benih

Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.


7. Kebiasaan hidup jujur


Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit