Tampilkan posting dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua posting

10 JENIS SHALAT YANG TIDAK DITERIMA ALLAH

 
RASULULLAH saw bersabda: “Islam dibangun di atas lima hal; bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allâh dan Nabi Muhammad adalah utusan Allâh, menegakkan shalat….” (HR Bukhâri dan Muslim). Seorang Muslim tentu sudah paham betul bahwa sholat merupakan tiang dari dien ini. Oleh karena itu, ketika muadzin mengumandangkan adzan, kaum muslimin berbondong-bondong mendatangi rumah-rumah Allâh Ta’ala, mengambil air wudhu, kemudian berbaris rapi di belakang imam shalat mereka. Mulailah kaum muslimin tenggelam dalam dialog dengan Allâh Ta’ala dan begitu khusyu’ menikmati shalat sampai imam mengucapkan salam. Dan setelah usai, masing-masing kembali pada aktifitasnya. Imam Hasan al-Bashri rahimahullâh pernah mengatakan: “Wahai, anak manusia. Shalat adalah perkara yang dapat menghalangimu dari maksiat dan kemungkaran. Jika shalat tidak menghalangimu dari kemaksiatan dan kemungkaran, maka hakikatnya engkau belum shalat”. Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw juga bersabda: “Barang siapa yang memelihara sholat, maka sholat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara sholat, maka sesungguhnya sholat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.” (Tabyinul Mahaarim). Kemudian Rasulullah saw juga bersabda bahwa: “10 orang sholatnya tidak diterima oleh Allah swt, di antaranya: 1. Orang lelaki yang sholat sendirian tanpa membaca sesuatu. 2. Orang lelaki yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat. 3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya. 4. Orang lelaki yang melarikan diri. 5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (taubat). 6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya. 7. Orang perempuan yang mengerjakan sholat tanpa memakai tudung. 8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya. 9. Orang-orang yang suka makan riba’. 10. Orang yang sholatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.” Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Barang siapa yang sholatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya sholatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah swt dan jauh dari Allah.” Hassan r. a berkata : “Kalau sholat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan sholat. Dan pada hari kiamat nanti sholatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk. Semoga bermanfaat untuk kita semua... aamiin Silahkan share agar bermanfaat untuk kita semua.. aamiin

Delapan Tips Amalan Mengatasai Setan Malam

 
Delapan Tips Amalan Mengatasi Setan Malam- Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ

"Setan mengikat tengkuk salah seorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan dia membisikkan padamu: “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika dia bangun lalu berzikir kepada Allah, maka lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu maka lepaslah dua ikatan. Dan jika dia melanjutkan dengan shalat, maka lepaslah seluruh ikatan itu. Sehingga pada pagi harinya dia menjadi sangat semangat dan sehat jiwanya. Namun jika tidak, maka dia akan memasuki waktu pagi dengan jiwa yang buruk dan penuh kemalasan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Mengatasi tipu daya dan gangguan syetan ini, seorang muslim diperintahkan mengikuti beberapa langkah beriku ini:

1. Berwudhu sebelum tidur walaupun ia berhadats kembali sesudah itu, maka itu tidak mempengaruhi.

2. Shalat witir lebih dahulu sebelum tidur.

3. Menggabungkan kedua telapak tangannya dan membacakan di dalamnya surat al-Ikhlash dan al-Mu'awwidzatain (surat Al-Falaq dan al-Nas) kemudian meniupkan ke dalamnya, lalu mengusapkan keduanya kepada badannya yang dimulai dari kepalanya.

4. Membaca ayat kursi dengan penuh perenungan dan penghayatan, maka ayat tersebut akan melindunginya dari syetan sampai datangnya pagi.

5. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah.

6. Membaca Tasbih (Subhanallah) sebanyak 33 kali, Tahmid (Al-Hamdulillah) sebanyak 33 kali, dan Takbir (Allahu Akbar) sebanyak 34 kali.

7. Meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya dan tidur dengan miring ke kanan, menjadikan lambung kanan sebagai tumpuan lalu berdoa,

8. Kemudian berzikir hingga ia tertidur,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْلَمْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ

"Ya Allah, sungguh aku serahkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harap dan takut terhadap-Mu. Sesungguhnya tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu. Sungguh aku telah beriman kepada Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan (beriman) kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus."

Hal ini didasarkan kepada riwayat Bara' bin Azib Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ ثُمَّ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْلَمْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ وَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلاَمِكَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ

"Apabila kamu hendak tidur maka berwudhu'lah sebagaimana wudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan, lalu bacalah: "Ya Allah, sungguh aku serahkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harap dan takut terhadap-Mu. Sesungguhnya tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu. Sungguh aku telah beriman kepada Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan (beriman) kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus."

Jadikan kalimat-kalimat itu sebagai perkataan terakhirmu, karena jika engkau mati pada malam itu maka engkau meninggal di atas fitrah." (HR. Bukhari dan Muslim) Wallahu A'alam.


By : kucoba

4 Anugerah Allah Untuk Umat Muhammad Yang Berdosa

 


Allah memiliki sifat-sifat yang mulia. Sifat-sifat Allah tersebut dikenal dengan Asmaul Husna, salah satunya Al-Wahhab (Maha Pemberi Anugerah).
Tanpa melihat status sosial, suku, tingkat materi, jenjang pendidikan, agama, Allah tunjukkan sifat kasih dan sayangnya kepada semua makhluk hidup di muka bumi.
Sang pemberi anugerah ini senantiasa melimpahkan nikmat-Nya tak hanya bagi para ahli ibadah namun juga untuk ahli maksiat.
Ya, Kendati banyak manusia yang berbuat dosa, karena sifat Rahman dan Rahim-Nya, Allah tidak ‘membenci’ orang-orang yang mengotori dirinya dengan dosa—jika mereka mau kembali, membersihkan diri, melakukan perbaikan, juga berjanji setia dengan Allah bahwa takkan pernah mengulangi dosa yang senada.
Dalam Surah An-Nisaa ayat 27 dan 28, Allah Swt berfirman: “Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.”
Sa’ad bin Hilal pernah berkata, “Bila manusia (umat Muhammad SAW) berbuat dosa, maka Allah tetap memberikan empat anugerah padanya, yaitu:
Pertama, ia tidak terhalang untuk mendapatkan rezeki.
Kedua, ia tidak terhalang untuk mendapatkan kesehatan badan.
Ketiga, Allah tidak akan memperlihatkan dosanya selama di dunia.
Keempat, Allah tidak serta-merta mengazabnya.
Keempat ‘anugerah’ ini semestinya betul-betul disadari oleh kita—makhluk yang sering terperdaya untuk melakukan dosa, agar malu di hadapan Allah.
Malu karena memakan nikmat Allah, tapi shalat tak kunjung khusyuk.
Malu karena merasakan nikmat Allah tapi ibadah pas-pasan
Malu telah mendapatkan fasilitas gratis dari Allah—penglihatan, pendengaran, hati, harta, jabatan, pasangan hidup—tapi posisi di hadapan Allah belum jelas. Hamba-Nya kah? Atau sekedar makhluk-Nya? Atau keduanya? Yang harus kita sadari bersama ialah bahwa tugas kita sebagai khalifah di bumi hanyalah untuk beribadah.
“Dan tiada kuciptakan jin dan manusia, selain untuk beribadah kepadaKu.” (Qs Adz-Zariyat: 56).
Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa kita harus berlomba-lomba mencari perhatian Allah, mencari posisi strategis di hadapan Allah, mencari dan mengejar cinta-Nya—bukan mencari itu semua pada selainNya yang berakhir kefanaan.
Diriwayatkan bahwa Nabi Adam AS telah berkata, “Allah memberikan empat macam kemuliaan kepada umat Muhammad yang tidak Allah berikan kepadaku, yaitu:
1. Allah menerima taubatku di Makkah, sedangkan umat Muhammad diterima taubatnya—dimana pun ia berada.
2. Ketika aku melakukan dosa, Allah menghilangkan pakaianku seketika, sedangkan umat Muhammad tetap diberi pakaian meskipun durhaka pada Allah.
3. Ketika aku berbuat dosa, Allah pisahkan aku dengan istriku, sedangkan umat Muhammad ketika ia berbuat dosa—tidak dipisahkan oleh istrinya.
4. Aku berbuat dosa di surga, lalu Allah mengusirku dari surga ke dunia, sedangkan umat Muhammad yang berbuat dosa di luar surga, lalu Allah memasukkan mereka ke surga bila mereka mau bertaubat.
Itulah empat keutamaan umat Nabi Muhammad SAW yang manusia pertama saja tidak mendapatkannya. Marilah bersama perbaiki diri agar kita layak mendapatkan nikmat Allah. Wallahu a’lam.

Al Quran Menjawab Teka Teki Di Balik Pembangunan PYRAMIDA

 


Sejak lama para ilmuwan bingung bagaimana cara sebuah piramida dibangun. Hal ini karena teknologi mengangkat batu-batu besar yang bisa mencapai ribuan kilogram ke puncak-puncak bangunan belum ditemukan di zamannya. Apa rahasia di balik pembangunan piramida ini?

Koran Amerika Times edisi 1 Desember 2006, menerbitkan berita ilmiah yang mengkonfirmasi bahwa Firaun menggunakan tanah liat untuk membangun piramida! Menurut penelitian tersebut disebutkan bahwa batu yang digunakan untuk membuat piramida adalah tanah liat yang dipanaskan hingga membentuk batu keras yang sulit dibedakan dengan batu aslinya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa Firaun mahir dalam ilmu kimia dalam mengelola tanah liat hingga menjadi batu. Dan teknik tersebut menjadi hal yang sangat rahasia jika dilihat dari kodifikasi nomor di batu yang mereka tinggalkan.

Profesor Gilles Hug, dan Michel Profesor Barsoum menegaskan bahwa Piramida yang paling besar di Giza, terbuat dari dua jenis batu: batu alam dan batu-batu yang dibuat secara manual alias olahan tanah liat.

Dan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah “Journal of American Ceramic Society” menegaskan bahwa Firaun menggunakan jenis tanah slurry untuk membangun monumen yang tinggi, termasuk piramida. Karena tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan kilogram. Sementara untuk dasarnya, Firaun menggunakan batu alam.

Lumpur tersebut merupakan campuran lumpur kapur di tungku perapian yang dipanaskan dengan uap air garam dan berhasil membuat uap air sehingga membentuk campuran tanah liat. Kemudian olahan itu dituangkan dalam tempat yang disediakan di dinding piramida. Singkatnya lumpur yang sudah diolah menurut ukuran yang diinginkan tersebut dibakar, lalu diletakkan di tempat yang sudah disediakan di dinding piramid.

Profesor Davidovits telah mengambil batu piramida yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop elektron terhadap batu tersebut dan menemukan jejak reaksi cepat yang menegaskan bahwa batu terbuat dari lumpur. Selama ini, tanpa penggunaan mikroskop elektron, ahli geologi belum mampu membedakan antara batu alam dan batu buatan.
Dengan metode pembuatan batu besar melalui cara ini, sang profesor membutuhkan waktu sepuluh hari hingga mirip dengan batu aslinya.

Sebelumnya, seorang ilmuwan Belgia, Guy Demortier, telah bertahun-tahun mencari jawaban dari rahasia di balik pembuatan batu besar di puncak-puncak piramida. Ia pun berkata, “Setelah bertahun-tahun melakukan riset dan studi, sekarang saya baru yakin bahwa piramida yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat.”
Penemuan oleh Profesor Prancis Joseph Davidovits soal batu-batu piramida yang ternyata terbuat dari olahan lumpur ini memakan waktu sekitar dua puluh tahun. Sebuah penelitian yang lama tentang piramida Bosnia, "Piramida Matahari" dan menjelaskan bahwa batu-batunya terbuat dari tanah liat! Ini menegaskan bahwa metode ini tersebar luas di masa lalu. (Gambar dari batu piramida).

Sebuah gambar yang digunakan dalam casting batu-batu kuno piramida matahari mengalir di Bosnia, dan kebenaran ilmiah mengatakan bahwa sangat jelas bahwa metode tertentu pada pengecoran batu berasal dari tanah liat telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dalam peradaban yang berbeda baik Rumania atau Firaun!

Alquran Ternyata Lebih Dulu Punya Jawaban
Jika dipahami lebih dalam, ternyata Alquran telah mengungkapkan hal ini 1400 tahun sebelem mereka mengungkapkannya, perhatikan sebuah ayat dalam Al Quran berikut ini:

“Dan berkata Fir'aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku TANAH LIAT kemudian buatkanlah untukku BANGUNAN YANG TINGGI supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia Termasuk orang-orang pendusta." (Al-Qashash:38)

Subhanallah! bukti menakjubkan yang menunjukkan bahwa bangunan bangunan raksasa, patung-patung raksasa dan tiang-tiang yang ditemukan dalam peradaban tinggi saat itu, juga dibangun dari tanah liat! Al-Quran adalah kitab pertama yang mengungkapkan rahasia bangunan piramida, bukan para Ilmuwan Amerika dan Perancis.

Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pergi ke Mesir dan tidak pernah melihat piramida, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentangnya. Kisah Firaun, terjadi sebelum masa Nabi saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak ada satupun di muka bumi ini pada waktu itu yang mengetahui tentang rahasia piramida. Sebelum ini, para ilmuwan tidak yakin bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen tinggi kecuali beberapa tahun belakangan ini.

Ajaib, 1400 tahun yang lampau, Nabi Muhammad saw, berbilang tahun setelah Berakhirnya dinasti Firaun memberitahukan bahwa Firaun membangun monumen yang kelak dinamakan Piramid menggunakan.........TANAH LIAT

Kenyataan ini sangat jelas dan kuat membuktikan bahwa nabi Muhammad saw tidaklah berbicara sesuai hawa nafsunya saja melainkan petunjuk dari Allah yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa ... Dan Dia pula yang memberitahukan kepada Nabi terakhir-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi kebenaran kenabiannya dikemudian hari!!

Subhanallah! Sungguh suatu hal yang hanya dapat dipahami oleh orang orang yang bukan sekedar berakal, tetapi juga mempergunakan akalnya.

Al Quran Dan Fakta Unik Di Balik Keajaiban Angka 7

 
Angka 7 pertama kali disebutkan dalam Al-Qur’an di surah Al-Baqarah dalam firman Allah,
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, dan Dia berkehendak menciptakan langit, dan dijadikannya tujuh langit, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”.
Angka 7 disebut terakhir dalam surah An-Naba’ayat 12 dalam firmanNya,
“Dan Kami bangun di atas kamu tujuh langit yang kokoh.”
Sekarang mari kita cermati fakta-fakta kelipatan 7 diseputar kedua ayat ini.
Fakta pertama, jumlah surah Al-Baqarah, tempat penyebutan angka 7 pertama kali, hingga An-Naba’, tempat penyebutan terakhir kali, sebanyak 77. Kelipatan 7 {11 x 7}. Jumlah ayat dari ayat yang pertama kali menyebut angka 7 hingga ayat terakhir yang menyebut angka 7, atau dari ayat 29 Al-Baqarah hingga ayat 12 An-Naba’, adalah 5.649 ayat. Ini juga kelipatan 7 {807 x 7}.
Fakta kedua, dari awal Al-Baqarah sampai akhir An-Naba’ terdapat 5.705 ayat. Bilangan ini juga kelipatan 7, jumlah ayat diantara keduanya juga kelipatan 7, dan tema pembicaraan keduanya adalah angka 7.
- Ayat pertama yang menyebut nama Allah adalah ayat pertama Al-Qur’an, yaitu Bismillahirrahmanirrahim {Q.S. Al-Fatihah: 1}, dan
- ayat terakhir yang menyebut lafal Allah adalah Allahusshamad {Q.S. Al-Ikhlas: 2}.
- Antara al-fatihah hingga Al-Ikhlas ada 112 surah, bilangan ini adalah kelipatan 7 {16 x 7}.
- Dari ayat 1 Al-Fatihah hingga ayat 2 Al-Ikhlas ada 6.223 ayat. Bilangan ini juga kelipatan 7, sebanyak dua kali untuk menegaskan kebenaran sistem yang sangat teratur ini {127 x 7 x 7}. Jumlah huruf kedua ayat tersebut 29 buah, juga kelipatan 7.
Di antara rahasia di balik angka “7” ini yang lain adalah :
Allah telah menjadikan 7 HARI dalam seminggu.
Allah telah menjadikan 7 LAPISAN langit
Allah telah menjadikan 7 LAPISAN bumi.
Allah telah menjadikan 7 AYAT di dalam surah Al-Fatihah.
Allah telah menjadikan 7 KALI putaran TAWAF mengelilingi kaabah.
Allah telah menjadikan 7 KALI SA’I antara Bukit Shafa dan Marwah.
Allah telah menjadikan 7 PINTU SYURGA.
Allah telah menjadikan 7 PINTU NERAKA.
Allah telah menjadikan 7 PENGHUNI GUA yang tidur selama lebih 300 tahun didalam Gua (Surah Al-Kahfi)
Allah telah menjadikan 7 ANGGOTA SUJUD didalam sholat (2 kaki,2 lutut,2 tapak tangan dan 1 dahi)
Allah telah menjadikan 7 LAUTAN (Mediterranean,Adriatik,Laut Hitam,Laut Merah,Laut Arab,Persian,Laut Kaspia)
Allah telah menjadikan 7 BENUA (Asia,Afrika,Amerika,Australia,Antartika,Eropa,Oceana)
Allah telah menjadikan angka 7 sebagai no ‘prime’(nomor perdana) dlm penyelesaian masalah matematik.Ianya juga digelar sebagai ‘safe prime’/no perdana yg unik.
Allah telah menjadikan 7 sebagai penyelesaian kebanyakan masalah matematik yang melibatkan bilangan genap,polynomial,vector dan bilangan faktor sepunya.
Allah telah menjadikan 7 sisi polygon (heptagon), dimana sebuah polygon dpt dilukis dgn menggunakan jangka lukis,namun tidak bagi Heptagon (7 sisi) yang sekata ini.
Allah telah menjadikan 7 sebagai nilai yang paling sering muncul (kemungkinan 1/6) apabila dadu dilemparkan,jumlah hasil tambah 2 permukaan yg muncul itu menghasilkan 7
“Millenium Prize Problems” merupakan 7 masalah dalam ilmu matematik yang diumumkan oleh “Clay Mathematics Institute”.Hingga kini 6 lagi masalah tersebut belum diselesaikan.
Allah telah menjadikan 7 warna di dalam pelangi.
Allah telah menjadikan 7 atom karbon didalam setiap molekul Heptana
Allah telah menjadikan 7 sebagai nilai ‘NEUTRAL’ antara sifat acid dan alkali.
Allah telah menjadikan 7 sebagai nombor atom didalam nitrogen.
7 merupakan bilangan “KALA” di dalam jadwal berkala (pengelasan unsur kimia)
Allah telah menjadikan 7 “Cervical vetebratae”/(tulang belakang leher yang menyambung ke kepala) bagi kebanyakan mamalia.
Terdapat 7 jenis virus merujuk kepada “Pengelasan Baltimore”
Dalam Logika ilmiah menetapkan bahwa sebuah KEBETULAN tidak akan terulang secara terus menerus dalam satu buku kecuali jika penyusun buku itu telah menyusunnya dengan cara yang...............AMAT MENGAGUMKAN.
Keselarasan yang dilihat dengan angka 7 ini mengidentifikasikan secara pasti bahwa penyusunnya telah menyusun kitabNya dengan format yang sesuai dengan angka 7. Dan masih ada lagi beberapa ayat di Al-Qur’an yang menyebutkan angka 7.
Sesungguhnya Allah tidak menjadikan sesuatu perkara itu dengan sia-sia atau secara kebetulan melainkan disebaliknya mengandung suatu hikmah besar lagi tersembunyi didalam pengetahuan dan rahasia Allah S.W.T. 
 
 
By: Kang Salman

Berinteraksi Dengan Al-Qur’an

 
Kirim Print
Mentadabburi Al-Quran merupakan kewajiban dan berinteraksi dengannya merupakan sesuatu keharusan sedangkan hidup di bawah naungannya merupakan kenikmatan yang tidak dapat dimiliki kecuali orang yang dapat merasakannya, kenikmatan yang memberikan keberkahan hidup, mengangkat dan mensucikannya… hal ini tidak akan dirasakan kecuali bagi siapa yang benar-benar hidup di bawah naungannya, merasakan berbagai kenikmatan yang bisa dirasakan, mengambil dari apa yang dapat diraih; kelembutan, kebahagiaan, ketenangan, ketenteraman, kenyamanan dan kelapangan. (lihat mukadimah penerbit dari Fi Zhilalil Quran dan Biodata Sayyid Quthub pada surat Al-A’raf)

Allah Cinta Orang-Orang Sabar Di Tengah Bencana

 


Ketika kita naik mobil angkutan umum di tengah kemacetan lalu lintas, maka kita dituntut untuk bersabar. Kita tak boleh mencaci si sopir, apalagi membentak-bentak. Ketika kita berdesak-desakkan di kereta api kita juga dituntut sabar. Pada saat itu kita tidak boleh marah, kendati mungkin kaki kita terinjak.

Demikian pula di saat negeri ini dibanjiri air yang melimpah kita pun harus sabar. Karena sumpah serapah yang kita arahkan kepada penguasa pun tak akan mengurangi volume banjir yang merendam hampir 30% wilayah Indonesia. Nah, dari air itulah kita tahu bahwa kehidupan dan kematian itu berasal dari air. Jadi sabar memang tak ada batasnya, sebagaimana iman itu sendiri.

Pantaslah jika dalam sebuah kesempatan Nabi Muhammad SAW berpesan kepada kita untuk selalu bersabar (tabah dan ikhlas menerima kenyataan/taqdir). Bahkan beliau mengatakan,"Sebagian dari iman adalah sabar". Rasulullah yang mulia sendiri, setiap ditimpa musibah apa saja, tak pernah mengeluh apalagi sampai menyalah-nyalahkan orang lain. Entah itu pemerintah, tetangga, atau orang lain. Anehnya, kita tak pernah menyalahkan diri kita. Padahal, jangan-jangan kesalahan negeri ini juga karena kesalahan kita yang tanpa sadar kita turut menyumbangnya.

Kenapa kita diperintah untuk bersabar oleh Allah? Inilah terapi psikologis canggih yang diberikan Allah kepada kita. Melalui sikap inilah kita disadarkan bahwa manusia itu tak mampu mengelola hidupnya secara pasti. Dialah Allah yang mengurus segala urusan kita. Itulah makna kita membaca Alhamdulillahi Rabbil 'alamien. Artinya, bahwa yang mengatur segala urusan kita itu adalah Dia. Dengan demikian, bersama sabar kita menghadapi gejolak hidup itu dengan tenang, rileks.

Untuk menjadi seorang penyabar tidak mudah, memang. Tapi Allah melalui ayat-ayat-Nya, baik yang kauni maupun qauli mengajak kita untuk menjadi ash-shabirin (kelompok orang-orang yang sabar). Lihatlah betapa sabarnya seekor unta yang berjalan di padang pasir sembari membawa beban berat di punuknya. Simak juga kesabaran kerbau atau sapi ketika dengan tekunnya membajak lahan-lahan persawahan. Padahal kalau Allah mau, binatang-binatang itu menolak diperlakukan seperti itu oleh tuan-tuannya.

Kita ingat kisah tentang robohnya kuda Suraqah bin Naufal saat mengejar-ngejar Nabi untuk dibunuh. Kita ingat tenggelamnya Fir'aun bersama serdadunya di laut Merah ketika mengejar-ngejar Nabi Musa dan pengikutnya. Dan kita juga ingat selamatnya nabi Yunus dari telanan ikan hiu. Kalau saja Allah mau, tentu Nabi Muhammad SAW sudah dibunuh Suraqah, Musa sudah dipenggal oleh algojo-algojo Fir'aun dan Yunus tidak dikeluarkan lagi dari perut ikan buas itu.

Maka sangat wajar bila Allah mengabadikan mereka dalam al-Qur'an sebagai al-shabirien dan al-shadiqien, yakni orang-orang yang membenarkan ayat-ayat-Nya. Kuncinya apa? Mereka sabar dalam menjalani hidup ini, tanpa berharap materi di dunia.

Para kekasih Allah itu meneladani sifat Rabb mereka, Al-Shabur, salah satu al-Asma al-Husna yang Allah miliki. Saudara-saudaraku yang dirundung derita, dan mereka yang sedang ditimpa nestapa...........Bersabarlah, karena Allah bersama orang-orang yang sabar. (sdn)

Upaya Menghidupkan Kalbu

 

  Kalau ada satu keberuntungan bagi manusia dibanding dengan hewan, maka itu adalah bahwa manusia memiliki kesempatan untuk maifat (kesanggupan mengenal Allah). Kesanggupan ini dikaruniakan Allah karena manusia memiliki akal dan yang terutama sekali hati nurani. Inilah karunia Allah yang sangat besar bagi manusia.

  Orang-orang yang hatinya benar-benar berfungsi akan berhasil mengenali dirinya dan pada akhirnya akan berhasil pula mengenali Tuhannya. Tidak ada kekayaan termahal dalam hidup ini, kecuali keberhasilan mengenali diri dan Tuhannya.

  Karenanya, siapapun yang tidak bersungguh-sungguh menghidupkan hati nuraninya, dia akan jahil, akan bodoh, baik dalam mengenal dirinya sendiri, lebih-lebih lagi dalam mengenal Allah Azza wa Jalla, Zat yang telah menyempurnakan kejadiannya dan pula mengurus tubuhnya lebih daripada apa yang bisa ia lakukan terhadap dirinya sendiri.

  Orang-orang yang sepanjang hidupnya tidak pernah mampu mengenal dirinya dengan baik, tidak akan tahu harus bagaimana menyikapi hidup ini, tidak akan tahu indahnya hidup. Demikian pun, karena tidak mengenal Tuhannya, maka hampir dapat dipastikan kalau yang dikenalnya hanyalah dunia ini saja, dan itu pun sebagian kecil belaka.

  Akibatnya, semua kalkulasi perbuatannya, tidak bisa tidak, hanya diukur oleh aksesoris keduniaan belaka. Dia menghargai orang semata-mata karena orang tersebut tinggi pangkat, jabatan, dan kedudukannya, ataupun banyak hartanya. Demikian pula dirinya sendiri merasa berharga di mata orang, itu karena ia merasa memiliki kelebihan duniawi dibandingkan dengan orang lain. Adapun dalam perkara harta, gelar, pangkat, dan kedudukan itu sendiri, ia tidak akan mempedulikan dari mana datangnya dan kemana perginya karena yang penting baginya adalah ada dan tiadanya.

  Sebagian besar orang ternyata tidak mempunyai cukup waktu dan kesungguhan untuk bisa mengenali hati nuraninya sendiri. Akibatnya, menjadi tidak sadar, apa yang harus dilakukan di dalam kehidupan dunia yang serba singkat ini. Sayang sekali, hati nurani itu - berbeda dengan dunia - tidak bisa dilihat dan diraba. Kendatipun demikian, kita hendaknya sadar bahwa hatilah pusat segala kesejukan dan keindahan dalam hidup ini.

  Seorang ibu yang tengah mengandung ternyata mampu menjalani hari-harinya dengan sabar, padahal jelas secara duniawi tidak menguntungkan apapun. Yang ada malah berat melangkah, sakit, lelah, mual. Walaupun demikian, semua itu toh tidak membuat sang ibu berbuat aniaya terhadap jabang bayi yang dikandungnya.

  Datang saatnya melahirkan, apa yang bisa dirasakan seorang ibu, selain rasa sakit yang tak terperikan. Tubuh terluka, darah bersimbah, bahkan tak jarang berjuang diujung maut. Ketika jabang bayi berhasil terlahir ke dunia, subhanallaah, sang ibu malah tersenyum bahagia.

  Sang bayi yang masih merah itu pun dimomong siang malam dengan sepenuh kasih sayang. Padahal tangisnya di tengah malam buta membuat sang ibu terkurangkan jatah istirahatnya. Siang malam dengan sabar ia mengganti popok yang sebentar-sebentar basah dan sebentar-sebentar belepotan kotoran bayi. Cucian pun tambah menggunung karena tak jarang pakaian sang ibu harus sering diganti karena terkena pipis si jantung hati. Akan tetapi, Masya Allah, semua beban derita itu toh tidak membuat ia berlaku kasar atau mencampakkan sang bayi.

  Ketika tiba saatnya si buah hati belajar berjalan, ibu pun dengan seksama membimbing dan menjaganya. Hatinya selalu cemas jangan-jangan si mungil yang tampak kian hari semakin lucu itu terjatuh atau menginjak duri. Saatnya si anak harus masuk sekolah, tak kurang-kurangnya menjadi beban orang tua. Demikian pula ketika memasuki dunia remaja, mulai tampak kenakalannya, mulai sering membuat kesal orang tua. Sungguh menjadi beban batin yang tidak ringan.

  Pendek kata, sewaktu kecil menjadi beban, sudah besar pun tak kurang menyusahkan. Begitu panjang rentang waktu yang harus dijalani orang tua dalam menanggung segala beban, namun begitu sedikit balas jasa anak. Bahkan tak jarang sang anak malah membuat durhaka, menelantarkan, dan mencampakkan kedua orang tuanya begitu saja manakala tiba saatnya mereka tua renta.

  Mengapa orang tua bisa sedemikian tahan untuk terus menerus berkorban bagi anak-anaknya? Karena, keduanya mempunyai hati nurani, yang dari dalamnya terpancar kasih sayang yang tulus suci. Walaupun tidak ada imbalan langsung dari anak-anaknya, namun nurani yang memiliki kasih sayang inilah yang memuatnya tahan terhadap segala kesulitan dan penderitaan. Bahkan sesuatu yang menyengsarakan pun terasa tidak menjadi beban.

  Oleh karena itu, beruntunglah orang yang ditakdirkan memiliki kekayaan berupa harta yang banyak, akan tetapi yang harus selalu kita jaga dan rawat sesungguhnya adalah kekayaan batin kita berupa hati nurani ini. Hati nurani yang penuh cahaya kebenaran akan membuat pemiliknya merasakan indah dan lezatnya hidup ini karena selalu akan merasakan kedekatan dengan Allah Azza wa Jalla. Sebaliknya, waspadalah bila cahaya hati nurani menjadi redup. Karena, tidak bisa tidak, akan membuat pemiliknya selalu merasakan kesengsaraan lahir batin lantaran senantiasa merasa terjauhkan dari rahmat dan pertolongan-Nya.

  Allah Mahatahu akan segala lintasan hati. Dia menciptakan manusia beserta segala isinya ini dari unsur tanah; dan itu berarti senyawa dengan tubuh kita karena sama-sama terbuat dari tanah. Karenanya, untuk memenuhi kebutuhan kita tidaklah cukup dengan berdzikir, tetapi harus dipenuhi dengan aneka perangkat dan makanan, yang ternyata sumbernya dari tanah pula.

 Bila perut terasa lapar, maka kita santap aneka makanan, yang sumbernya ternyata dari tanah. Bila tubuh kedinginan, kita pun mengenakan pakaian, yang bila ditelusuri, ternyata unsur-unsurnya terbuat dari tanah. Demikian pun bila suatu ketika tubuh kita menderita sakit, maka dicarilah obat-obatan, yang juga diolah dari komponen-komponen yang berasal dari tanah pula.

Pendek kata, untuk segala keperluan tubuh, kita mencarikan jawabannya dari tanah.

  Akan tetapi, qolbu ini ternyata tidak senyawa dengan unsur-unsur tanah, sehingga hanya akan terpuaskan laparnya, dahaganya, sakitnya, serta kebersihannya semata-mata dengan mengingat Allah. "Alaa bizikrillaahi tathmainul quluub." (QS. Ar Rad [13] : 28). Camkan, hatimu hanya akan menjadi tentram jikalau engkau selalu ingat kepada Allah!

  Kita akan banyak mempunyai banyak kebutuhan untuk fisik ita, tetapi kita pun memiliki kebutuhan untuk qolbu kita. Karenanya, marilah kita mengarungi dunia ini sambil memenuhi kebutuhan fisik dengan unsur duniawi, tetapi qolbu atau hati nurani kita tetap tertambat kepada Zat Pemilik dunia. Dengan kata lain, tubuh sibuk dengan urusan dunia, tetapi hati harus sibuk dengan Allah yang memiliki dunia. Inilah sebenarnya yang paling harus kita lakukan.

  Sekali kta salah dalam mengelola hati tubuh dan hati sama-sama sibuk dengan urusan dunia kita pun akan stress jadinya. Hari-hari pun akan senantiasa diliputi kecemasan. Kita akan takut ada yang menghalangi, takut tidak kebagian, takut terjegal, dan seterusnya. Ini semua diakibatkan oleh sibuknya seluruh jasmani dan rohani kita dngan urusan dunia semata.

  Inilah sebenarnya yang sangat potensial membuat redupnya hati nurani. Kita sangat perlu meningkatkan kewaspadaan agar jangan sampai mengalami musibah semacam ini.

  Bagaimana caranya agar kita mampu senantiasa membuat hati nurani ini tetap bercahaya? Secara umum solusinya adalah sebagaimana yang diungkapkan di atas : kita harus senantiasa berjuang sekuat-kuatnya agar hati ini jangan sampai terlalaikan dari mengingat Allah. Mulailah dengan mengenali apa yang ada pada diri kita, lalu kenali apa arti hidup ini. Dan semua ini bergantung kecermatan kepada ilmu. Kemudian gigihlah untuk melatih diri mengamalkan sekecil apapun ilmu yang dimiliki dengan ikhlas. Jangan lupa untuk selalu memilih lingkungan orang yang baik, orang-orang yang shalih. Mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi jalan bagi kita untuk dapat lebih mengenal Allah, Zat yang telah menciptakan dan mengurus kita. Dialah satu-satunya Zat Maha Pembolak-balik hati, yang sama sekali tidak sesulit bagi-Nya untuk membalikan hati yang redup dan kusam menjadi terang benderang dengan cahaya-Nya. Wallahu alam.

Bekerja sebagai ibadah

 
Allah Maha Pemurah kepada setiap manusia, terlebih lagi kepada umat-Nya yang taat. Rezeki yang halal adalah salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada umat-Nya. Salah satu pintu rezeki yang dibukakan Allah untuk umat-Nya adalah melalui bekerja. Dengan bekerja, jalan rezeki yang akan diberikan Allah akan menjadi terbuka lebih mudah. Tetapi, kembali lagi kepada tujuan awal dan niat kita dalam bekerja.
Tanyakan pada diri kita, untuk apa kita bekerja? Untuk kelangsungan hidup, mendapat harta yang banyak, dapat hidup lebih makmur dan akhirnya dapat kesejahteraan dan masa depan yang cerah. Secara duniawi semuanya sudah tercapai, lalu bagaimana dengan urusan akhirat kita? Untuk mendapatkan dunia dan akhirat melalui aktifitas bekerja, kita juga harus melandasinya dengan ibadah.
Ibadah mana yang akan kita kaitkan dengan bekerja?
  1. NiatKita dapat mengawali suatu pekerjaan dengan niat yang ikhlas, yaitu dengan mengharap ridho Allah dan rezeki yang barokah.
  2. Do’aDo’a adalah senjata terhebat bagi seorang muslim, maka biasakan mengawali setiap kegiatan kita dengan berdo’a. Karena dengan berdo’a, Insya Allah setiap pekerjaan akan dipermudah dan diridhoi oleh Allah SWT. Lagipula rasulullah mengatakan bahwa manusia yang tidak ataupun mengabaikan do’a adalah manusia yang sombong. Bukankah Allah tidak membutuhkan kita, melainkan kita yang membutuhkan Allah?
  3. IkhtiarDalam melakukan setiap pekerjaan hendaknya seorang muslim melakukannya dengan usaha yang sungguh-sungguh dan maksimal. Dengan hanya mengharap ridho Allah dan tanpa mengharapkan pujian dari orang lain tentunya akan membuat setiap langkah kita menjadi lebih ringan dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Dengan ikhtiar, segala persoalan yang sulit Insya Allah dipermudah oleh-Nya.
  4. TawakkalSetelah mengerjakan rangkaian diatas, seorang manusia yang pada hakikatnya tiada mempunyai daya dan upaya terhadap apapun haruslah bertawakkal kepada Allah. Dalam hal ini berserah diri kepada Allah dengan maksud setelah melakukan suatu pekerjaan dengan usaha yang maksimal, seorang muslim harus menyerahkan hasil yang dicapai sepenuhnya kepada kekuasaan Allah. Hanya dengan kuasa-Nya segala sesuatu di dunia ini dapat terjadi. Dengan demikian, seorang muslim akan dijauhkan dari sifat takabur dan ujub atas jerih payahnya dikarenakan semuanya hanyalah berdasar kuasa Allah pemilik seluruh alam semesta, dan bukan semata-mata atas jerih payah kita.
  5. BersyukurPuncak dari setiap rangkaian ibadah seorang muslim yang taat adalah bersyukur kepada Allah SWT. Dengan bersyukur kepada Allah, seorang muslim diharapkan bersifat arif dan bijaksana dalam memandang sesuatu atas kuasa Allah. Syukur adalah suatu pembeda antara muslim yang taat dan muslim yang khilaf atas nikmat-Nya. Firman Allah :

Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu mema’lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. 14:7)
Dengan rangkaian ibadah diatas, maka pekerjaan yang kita lakukan akan bernilai lebih di hadapan Allah SWT. Bukan hanya dunia saja yang didapat, melainkan akhirat-pun termasuk didalamnya. Ridho Allah yang didambakan setiap umat akan lebih mudah dicapai dan bonus lainnya berupa rezeki yang barokah-pun dapat kita raih.
Semoga dengan bekerja dapat memberikan manfaat bagi kita sebagai seorang muslim secara lahiriah dan bathiniah.
Insya Allah, Amin ya Robbal Al Amin…

by: renunganghati

Ali bin Abi Tholib

 
Ali bin Thalib, salah satu dari empat sahabat Nabi yang juga merupakan sepupu Nabi Saw. Dilahirkan 10 sebelum kenabian Nabi Saw. Ali bin Abi Thalib putra dari paman Nabi Saw Abu Thalib, yang meski hingga akhir hayatnya belum menyatakan dirinya untuk masuk ke dalam Agama Allah, tetapi Abu Thalib dikenal sebagai pelindung utama Nabi dalam proses dakwah dalam menyebarkan ajaran Islam.
Semenjak kecil diusianya yang ke 6 Ali bin Thalib tinggal bersama Nabi Saw, hal ini karena pamannya Abu Thalib orang yang miskin dan mempunyai banyak anak. Karenanya Ali bin Abi Thalib adalah orang yang mendapatkan didikan langsung dari Rosulullah semenjak kecil, sehingga tidak mengherankan jika dia tumbuh sebagai sosok yang cerdas, berpengetahuan luas, alim, suci, simpatik serta peduli terhadap fakir miskin.
Ali juga tumbuh sebagai pribadi yang sangat sederhana, yang mampu membiasakan dirinya dalam kondisi kesempitan, tidak mau makan-makanan yang enak, berpakaian dengan sangat sederhana. Karenanya dia juga dikenal sebagai orang yang zuhud terhadap kehidupan dunia. Hal ini juga dipraktekkannya ketika dia menjadi Khalifah sepeninggal Ustman bin Affan. Dia tetap menjadi seorang yang sederhana tanpa pengawal dan hanya mengendarai keledai kemanapun dia pergi.
Ali tidak hanya menjadi saudara tetapi juga sahabat Nabi Saw yang paling banyak berhubungan dan bersentuhan dengan beliau. Dia termasuk golongan orang yang pertama-tama menyatakan keimanannya terhadap ajaran Allah setelah istri beliau Khadijah binti Khuwailid. Masuknya Ali bin Abi Thalib ke dalam ajaran Islam di mulai ketika pada suatu hari Ali masuk ke rumah Rosulullah. Ia melihat Nabi Saw sedang melaksanakan sholat bersama istrinya Khadijah. Setelah keduanya melaksanakan sholat. Ali kemudian bertanya: “apa ini?”, kemudian Nabi Saw menjawab: “ini adalah agama Allah, dengan menurunkan agama ini, Dia juga mengutus seorang rasul. Aku mengajakmu untuk memeluk agama Allah, meng-esakan dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. Aku juga mengajakmu untuk beribadah kepadaNya dan meninggalkan adanya Lata dan ‘Uzza”.
Kemudian Ali berkata:”Ini adalah hal yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Aku belum bisa memutuskannya hingga aku menceritakan hal ini kepada ayahku Abu Thalib”. Mendengar hal tersebut, Nabi Saw khawatir rahasia tersebut akan menyebar sebelum beliau mengumumkannya sendiri. Kemudia beliau berkata”Ali, jika engkau masih tidak  mau masuk ajaran Allah, sembunyikan hal ini dan jangan bercerita kepada siapapun”.
Pada malam harinya Ali berfikir tentang apa yang telah dilihatnya dan dibicarakan bersama Rosulullah. Ali tahu bagaimana sosok Rosulullah yang bijaksana, amanah serta penuh kelembutan. Kemudian tanpa ragu, keesokan harinya Ali berdiri dihadapan Rosulullah dan menyatakan keislamannya.
Ali adalah orang yang pertama masuk Islam dari kalangan remaja. KeIslamannya ini disembunyikan dari sang ayah Abu Thalib. Namun tak lama kemudian, Abu Thalib mengetahui jika anaknya masuk Islam, tetapi dia tidak memarahinya dan bahkan meyuruh Ali untuk tetap berpegangteguh pada agama yang dianutnya.  Dukungan yang diberikan oleh ayahnya Abu Thalib membuat hati Ali semakin kuat mengimani ajaran Allah. Hal tersebut juga dilakukan oleh Abu Thalib kepada putranya yang lain Ja’far, dimana dia menyuruh Ja’far untuk melakukan sholat di belakang Nabi Saw di saat Ja’far melihat saudanya Ali sedang melaksanakan sholat di belakang Nabi Saw.
Masuknya Ali kedalam ajaran Allah, menambah barisan Islam semakin kuat. Karena Ali juga dikenal sebagai seorang yang sangat pemberani. Keberanian Ali ini dibuktikan ketika pada suatu ketika Rosulullah hendak melaksanakan perintah Allah untuk berhijrah dari Makkah menuju Madinah bersama Abu Bakar As-Shiddiq, Nabi Saw menyuruh Ali untuk menginap dan tidur di ranjang beliau. Hal itu dilakukan untuk mengecoh perhatian kaum Quraish yang akan melakukan penggrebekan dan pembunuhan di rumah Nabi Saw. Ali mengemban amanah tersebut tanpa rasa takut. Sehingga kaum Quraish terpedaya karena tidak mendapati Nabi Saw di ranjangnya, dan malah mendapati Ali bin Abi Thalib. Setelah peristiwa tersebut, Ali menyusul Nabi Saw berhijrah ke Madinah dengan banyak melakukan perjalanan pada malam hari demi keamanan dirinya.
Keberanian Ali juga ditunjukkannya dalam setiap peperangan yang dialami Rosulullah, dimana dia selalu menjadi seorang pahlawan yang gagah berani dan selalu membawa panji kebesaran Islam dalam perang-perang besar yang dialami Rosulullah Saw. Ali tidak pernah melewatkan satu peperanganpun kecuali perang tabuk. Hal itu karena Nabi memintanya untuk tetap tinggal di rumah.
Pada perang Badar, hampir separuh dan jumlah musuh yang mati, tewas di ujung pedang Imam Ali a.s. Pada perang Uhud, yang mana musuh Islam lagi-lagi dipimpin oleh Abu Sofyan dan keluarga Umayyah yang sangat memusuhi Nabi saw, Imam Ali a.s kembali memerankan peran yang sangat penting yaitu ketika sebagian sahabat tidak lagi mendengarkan wasiat Rasulullah agar tidak turun dari atas gunung, namun mereka tetap turun sehingga orang kafir Qurays mengambil posisi mereka, Ali bin Abi Thalib a.s. segera datang untuk menyelamatkan diri nabi dan sekaligus menghalau serangan itu.
Perang Khandak juga menjadi saksi nyata keberanian Imam Ali bin Abi Thalib a.s. ketika memerangi Amar bin Abdi Wud. Dengan satu tebasan pedangnya yang bernama dzulfikar, Amar bin Abdi Wud terbelah menjadi dua bagian. Demikian pula halnya dengan perang Khaibar, di saat para sahabat tidak mampu membuka benteng Khaibar, Nabi saw ber-sabda: “Besok, akan aku serahkan bendera kepada seseorang yang tidak akan melarikan diri, dia akan menyerang berulang-ulang dan Allah akan mengaruniakan kemenangan baginya. Allah dan Rasul-Nya mencintainya dan dia mencintai Allah dan Rasul-Nya”. Maka, seluruh sahabat pun berangan-angan untuk mendapatkan kemuliaan tersebut. Namun, temyata Ali bin Abi Thalib a.s. yang mendapat kehormatan itu serta mampu menghancurkan benteng Khaibar dan berhasil membunuh seorang prajurit musuh yang berani bernama Marhab lalu menebasnya hingga terbelah menjadi dua bagian.
Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah, Ali dinikahkan Rosulullah dengan putri bungsu kesayangan beliau Fatimah az-Zahra. Sehingga hubungan Ali dengan Rosulullah tidak hanya sebagai hubungan sahabat dan saudara tetapi juga sebagai seorang menantu.
Fatimah menjadi satu-satunya orang yang dicintai Rosulullah sepeninggal istrinya Khadijah. Semenjak kecil Fatimah sudah banyak merasakan kesusahan hidup di tengah penindasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraish. Berbagai peristiwa perjuangan ayahnya sangat membekas di dalam hatinya,sehingga membentuknya sebagai pribadi yang kuat. Kecintaan Rosulullah kepada Fatimah dinyatakan kepada Ali dalam pernyatannya: “Wahai Ali! Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dari aku. Dia adalah cahaya mataku dan buah hatiku. Barang siapa menyusahkan dia ia menyu­sahkan aku dan siapa yg menyenangkan dia ia menyenangkan aku…”
Sebelum menikahkan Fatimah dengan Ali bin Thalib, banyak sekali orang-orang datang untuk melamat putrid Rosulullah ini, tetapi Rosulullah telah memantapkan hatinya kepada Ali bin Abi Thalib yang menikahi putrinya dengan mahar 400 dirham. Dari perkawinan keduanya lahirlah dua orang putra yakni Hasan dan Husain dan dua orang putrid yakni Zainab dan Ummi Kultsum. Hasan dan Husain adalah cucu Nabi Saw yang beliau urus sendiri, sehingga keduanya mempunyai kedudukan tersendiri di hati Rosulullah. Keduanya lahir sebagai sosok yang kuat dan tegas dalam melawan kedzoliman. Bahkan Husain gugur sebagai pahlawan syahid dimana gugurnya Husain mempunyai dampak yang luar biasa bagi umat Islam hingga saat ini, sehingga namanyapun diabadikan dalam sejarah Islam.
Ali adalah sosok yang mempunyai kedudukan tersendiri di hati Nabi Saw, sehingga Rosulullah pernah bersabda:”Aku adalah gudang ilmu dan Ali bin Abi Thalib adalah kuncinya, barangsiapa menginginkannya, maka hendaklah ia mendatangi pintunya”
Keluasan ilmu yang dimilikinya, membuatnya selalu menjadi penasehat yang terpercaya baik pada masa pemerintah khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab maupun pada Ustman bin Affan. Ali adalah ulama besar, ahli fiqh, mujtahid, serta seorang hakim yang adil pada zamannya. Ali pulalah yang menyarankan Umar bin Khattab agar membuat kalender Hijriyah. Kemudian Umar mengumpulkan orang-orang dan berkata:”dari hari apakah kita menulis?” dan Ali menjawab: “dari hijrahnya Rosulullah Saw, yaitu ketika beliau meninggalkan negeri orang musyrik”.
Begitulah Ali bin Abi Thalib, yang selalu menjadi rujukan setelah wafatnya Rosulullah untuk memberikan pendapat dan solusi jika terjadi suatu permasalahan. Ketika Rosulullah Saw wafat, Ali jugalah yang mengurusi pemandian jasad beliau. Ali menyandarkan jasad Rosulullah ke dadanya, sedangkan di atas jasad beliau adalah pakaian Nabi yang digosokkan Ali pada tubuh beliau, sehingga ketika memandikannya Ali tidak menyentuh langsung jasad beliau dengan tangannya.
Sementara Ali bin Abi Thalib sendiri wafat karena dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam. Pembunuhan inipun sudah direncanakan sebelumnya, pembunuhan itu akan  dilakukan pada tanggal 17 Ramadhan. Pada hari itu, Abdurrahman yang ditemani oleh dua orang lainnya yakni Syabib bin Bajrah dan Wardan ar-Rabbani bersembunyi di depan pintu rumah Ali bin Thalib. Ketika Ali keluar untuk melaksanakan sholat Shubuh, Abdurrahman memukulkan pedangnya tepat mengenai dahi Ali bin Abi Thalib. Setelah itu ia berusaha untuk melarikan diri, tetapi para jama’ah yang cukup banyak pada saat itu berhasil menangkapnya. Sementara Ali sendiri mengalami cedera akibat peristiwa tersebut dan tiga hari kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah selama tiga hari memberikan banyak wasiat baik pada kedua putranya Hasan dan Husain maupun kepada seluruh umat muslim. Diantara yang diwasiatkan oleh Ali bin Abi Thalib diakhir hayatnya adalah
  1. Bahwa dia bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan yang Maha Esa dan tidak ada yang bisa menyekutukanNya dan Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.
  2. Janganlah mati kecuali dalam keadaan muslim.
  3. Senantiasa berpegang teguh pada tali Allah dan jangan bercerai-berai.
  4. Perhatikanlah kerabat-kerabatmu, sayangi anak-anak yatim, serta tetanggamu.
  5. Amalkan al-Qur’an dan jangan sampai orang lain mendahuluimu dalam beribadah.
  6. Laksanakan tysholat karena itu adalah tiang agama.
  7. Jangan sampai sampai rumah Allah (masjid) menjadi sepi.
  8. Berjuanglah di jalan Allah dengan segenap harta dan jiwa.
  9. Laksanakan zakat.
  10. Jangan berbuat Dzalim, santuni fakir miskin.
  11. Laksanakan sholat.
  12. Janganlah takut akan cacian orang karena Allah akan melindungi
  13. Berkatalah dengan perkataan yang baik.
  14. Berbuat amr ma’ruf nahi mungkar.
  15. Takutlah pada siksa Allah
Begitulah diantara wasiat Ali bin Abi Thalib sebelum dia mengucapkan “La ilaaha illallah” dan menghembuskan nafasnya yang terakhir. Tempat dimakamkannya Ali bin abi Thalib masih banyak diperdebatkan, ada yang mengatakan Ali dimakamkan di ar-Rahbah di masjid jami’Kufah, ada yang mengatakan beliau dimakamkan di samping istana Negara. Ada juga yang mengatakan bahwa Hasan membawanya ke Madinah al-Munawwarah dan menguburkan di Baqi’ di sisi kuburan istrina Fatimah. Sementara para ahli sejarah mengatakan bahwa kuburan Ali ada di Najaf al-Asyraf dan tempat inilah yang banyak didatangi oleh banyak orang untuk berziarah



by: renunganhati

Tauhid vs Syirik

 

oleh Fathuddin Jafar

إن الحمد لله وحده, نحمده و نستعينه و نستغفره ونتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهده الله فهو المهتد ومن يضلله فلن تجد له وليا مرشدا, أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله بلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح للأمة وتركنا على المحجة البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها الا هلك, اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن دعا بدعوته الى يوم الدين. أما بعد, فيا عباد الله اوصيكم ونفسي الخاطئة المذنبة بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون. وقال الله تعالى في محكم التنزيل بعد أعوذ بالله من الشيطان الرجيم :

Wasiat Amirul Mukminin Ali Bin Abi Tholib untuk Husein anaknya

 


1. Anakku, aku berwasiat kepadamu untuk takwa kepada Allah baik di kala sendiri maupun di saat bersama orang, menyuarakan kebenaran baik engkau senangatau tidak, tetap bercita-cita baik di kala kaya maupun fakir,
Bertindak adil baik kepada teman maupun lawan, senantiasa berupaya, baik saat semangat menggelora ataupun merasa malas dan tetap ridha kepada Allah baik di kala bahagia maupung saat menderita.


2. Anakku, bukanlah keburukan yang membawa ke surga itu, apa pun wujudnya.
Dan bukanlah kebaikan yang mengantar ke neraka itu, apa pun wujudnya.
Segala kenikmatan yang menjauhkan diri dari surga adalah kehinaan.
Dan setiap penderitaan yang menjauhkan diri dari neraka adalah keberuntungan.

3. Anakku, sesungguhnya orang yang bersibuk mengerling aib sendiri
niscaya dia tak akan bersibuk mengerling aib oranglain.
Barangsiapa ridha terhadap pembagian Allah niscaya dia tak akan resah dengan segala yang tak ia dapatkan. Barangsiapa menghunus pedang kedhaliman niscaya dia akan terbunuh lantaran pedang itu.
Barangsiapa menggali sumur sebagai perangkap bagi orang lain, niscaya dia yang tercebur sendiri.
Barangsiapa membuka tutup orang lain, niscaya auratnya sendiri akan terbongkar.
Barangsiapa melupakan kesalahannya sendiri niscaya ia akan membesar-besarkan kesalahan orang lain.
Barangsiapa menahan diri terhadap urusan niscaya dia yang kesulitan.
Barangsiapa mencebur ke laut niscaya ia tenggelam.
Barangsiapa yang mengagumi pendapat sendiri niscaya ia tersesat jalan.
Barangsiapa congkak dan membesar-besarkan diri kepada manusia maka dia adalah hina.
Barangsiapa memandang bodoh orang lain niscaya ia dicaci.
Barangsiapa menempuh jalan keburukan niscaya ia tertuduh hina.
Barangsiapa bergumul dengan kerendahan niscaya dia hina.
Barangsiapa berdekat-dekat dengan ulama niscaya dia wibawa.
Barangsiapa banyak senda gurau niscaya diremehkan orang.
Barangsiapa banyak berbuat niscaya dia banyak mengetahui.
Barangsiapa banyak bicara niscaya banyak pula kesalahannya.
Barangsiapa banyak salahnya niscaya tipis rasa malunya.
Barangsiapa tipis rasa malunya niscaya hatinya mati.
Dan barangsiapa hatinya mati maka nerakalah tempatnya.

4.
Anakku, barangsiapa selalu memperhatikan kesalahan-kesalahan orang lain
sementara dia biarkan kesalahan-kesalahan itu menancap pada dirinya sendiri,
maka itulah sebenarnya ketololan yang telanjang.
Barangsiapa berupaya berpikir tentu dia mengambil pelajaran.
Dan barangsiapa mengambil pelajaran tentu menjaga jarak dari orang lain dalam bertindak.
Dan baransiapa menjaga jarak tentu ia selamat.
Barangsiapa tidak menuruti nafsu niscaya dia merdeka,
dan barangsiapa meninggalkan sifat hasud niscaya di antara manusia dia adalah orang yang dicinta.

5. Anakku, kebanggaan orang mukmin adalah kemandiriannya di antara manusia.
Dan sifat qana_,ah adalah kekayaan tiada habisnya.
Barangsiapa banyak-banyak mengingat mati niscaya dia dapat menerima bagian dunianya yang sedikit.
Barangsiapa sadar bahwa bicaranya adalah bagian dari amal perbuatannya niscaya dia sedikit bicara,
kecuali dalam hal-hal yang bermanfaat.
Mengingat (dzikir) adalah cahaya,
sedangkan lupa adalah kegelapan
.
Kebodohan adalah menyesatkan.
Orang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari orang lain.
Tatakrama adalah sebaik-baik warisan
dan bagusnya kelakuan adalah sebaik-baik teman.

6. Anakku, memutus tali kasih antara saudara tak akan membuatmu kian kaya,
dan kejahatan tidak akan pernah bersama dengan kekayaan.

7. Anakku, selamat terdapat dalam sepuluh tindakan. Yang sembilan adalah dalam diam,
kecuali dengan berdzikir kepada Allah, dan yang satu menghindar dari majlis orang-orang bodoh.
Barangsiapa berhiaskan diri dengan maksiat-maksiat kepada Allah, niscaya dia akan mewarisi kehinaan.
Di antara kekayaan iman adalah sabar terhadap musibah atau pun segala yang tak mengenakkan.

8. Anakku, barangsiapa menuntut ilmu niscaya ia berilmu.
Pokok ilmu adalah sikap kasih sayang dan bencananya adalah lemah pikiran.

9. Anakku, banyak melancong hanya melahirkan kebosanan.
Diam sebelum mencoba adalah lawan dari keteguhan.
Kekaguman seseorang terhadap diri sendiri adalah petunjuk betapa lemah pikirannya.
Menjaga diri adalah perhiasan di saat fakir dan syukur adalah hiasan di saat kaya.

10. Anakku, sudah berapa banyak perhatian yang justru mendatangkan penyesalan.
Dan berapa banyak kata-kata yang justru melenyapkan kenikmatan. Tiada kemudian yang lebih tinggi dari Islam, dan tak ada kedermawanan yang lebih dibanggakan daripada ketaqwaan.
Tak ada tali pengikat yang lebih kuat daripada sikap wara_,
dan tak ada penolong yang lebih bermanfaat daripada taubat.
Tak ada pakaian yang lebih indah daripada keselamatan.
Dan tiada harta yang lebih melenyapkan kefakiran daripada sikap ridha.

11. Anakku , barangsiapa merasa cukup dengan keadaan yang minimal niscayadia segera dalam ketentraman. Sedangkan ambisi adalah kunci kesumpekan dan menjadi tunggangan keberangan
dan pendorong melanggar dosa-dosa.

12. Anakku, cukuplah engkau bertatakrama kepada dirimu sendiri dengan sesuatu yang apabila itu terjadi kepada saudaramu engkau kurang menyukai.
Hak orang mukmin yang terletak di pundakmu adalah sepadan dengan hakmu terhadap mereka.
Barangsiapa melibatkan diri dalam berbagai urusan tanpa memperhatikan kebenarannya,
maka dia terjerumus dalam bencana.
Barangsiapa mau memperhatikan akibat niscaya dia selamat.

13. Anakku, menimbang-nimbang sebelum berbuat akan menyelamatkanmu dari penyesalan.
Barangsiapa memperhatikan berbagai pendapat tentu dia memahami konteks untuk berucap.
Sabar adalah perisai dari kefakiran.
Sedangkan bakhil adalah jilbab kemiskinan.
Dan ambisi adalah tanda-tanda kefakiran.

14. Anakku, barangsiapa mau meneliti sebab-sebab kegagalan mencapai tujuan niscaya beban akan ringan.
Saat-saat itu terus melaju menuakan usia manusia.
Bencana besar bagi para penguasa yang lalim yang memahami hati manusia.

15. Anakku, seburuk-buruk bekal adalah lawan dan bermusuhan dengan masyarakat.
Hati-hati, dalam tiap tegukan minum dan suapan makan ada bahaya yang bisa mengancam.
Engkau tak akan memperolehh suatu kenikmatan kecuali dengan mengurangi kenikmatanmu yang lain.

16. Anakku, betapa dekat jarak antara ketenangan dengan kepenatan, antara penderitaan dengan kenikmatan, serta antara kehidupan dan kematian.
Oleh karena itu, betapa beruntung orang yang memurnikan amalnya, cintanya, marahnya, bertindak dan tidaknya, kata-katanya dan diamnya hanya untuk Allah.

17. Anakku, betapa baik seorang yang berilmu lantas dia amalkan dengan penuh kesungguhan.
Dia takut lupa lantas dia siapkan segalanya. Jika ditanya dia menjawab dan apabila tidak dia pun diam.
Perkataannya adalah tepat dan diamnya adalah jawaban.

18. Anakku, bencana besar bagi orang yang ditimpa kehinaan dan kedurhakaan kepada Tuhan, dan menganggap baik apa yang ada pada dirinya yang diingkari masyarakat, dan tertimpa musibah akibat perbuatannya sendiri.

19. Anakku ,Barangsiapa lembut perkataan, niscaya cinta padanya menjadi keharusan. Barangsiapa tak memiliki sifat konsisten dan malu, maka mati lebih utama daripada hidupnya.

20. Anakku, muru_,ah seseorang tak dapat dikatakan sempurna apabila ia tak peduli dari mana makanan-makanan yang ia makan dan pakaian-pakaian yang ia kenakan.

Kita memohon kepada Allah semoga wasiat-wasiat tersebut bermanfaat bagi
putra-putra kita. Kita memohon khusnul khotimah kepada
Allah di dunia dan
akhirat. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada
Nabi Muhammad SAW
sebagai
sebaik-baik manusia.

Read more: BLOG KAMTO ROMANDHONI: Wasiat Amirul Mukminin Ali Bin Abi Tholib untuk Husein anaknya http://kamtoromandhoni.blogspot.com/2011/01/wasiat-amirul-mukminin-ali-bin-abi.html#ixzz1Lx2xErII

Gunung sebagai Pasak - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an

 


Gambar 7. Gunung-gunung memiliki akar yang dalam di bawah permukaan tanah. (Earth, Press dan Siever, hal. 413)
Gambar 7. Gunung-gunung memiliki akar yang dalam di bawah permukaan tanah. (Earth, Press dan Siever, hal. 413)
Gambar 8. Bagan potongan melintang. Gunung-gunung, sebagaimana pasak, memiliki akar yang menghunjam di bawah tanah. (Anatomy of the Earth, Cailleux, hal. 220)
Gambar 8. Bagan potongan melintang. Gunung-gunung, sebagaimana pasak, memiliki akar yang menghunjam di bawah tanah. (Anatomy of the Earth, Cailleux, hal. 220)
Sebuah buku berjudul Earth adalah buku pegangan rujukan di banyak universitas di seluruh dunia. Salah seorang pengarangnya adalah Profesor Emeritus Frank Press. Ia adalah Penasehat Ilmu Pengetahuan dari mantan Presiden Amerika Jimmy Carter dan selama 12 tahun menjadi presiden dari National Academy of Sciences, Washington, DC. Buku tersebut menyatakan bahwa gunung-gunung mempunyai akar di bawah mereka. Akar ini menghunjam dalam, sehingga seolah gunung-gunung mempunyai bentuk bagaikan pasak (lihat gambar 7 dan 8).
Beginilah Al Qur'an menjelaskan tentang gunung-gunung. Allah berfirman:
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak? (An Naba', 78: 6-7)
Ilmu bumi moderen telah membuktikan bahwa gunung-gunung memiliki akar di dalam tanah dan akar ini dapat mencapai kedalaman yang berlipat dari ketinggian mereka di atas permukaan tanah. Jadi, kata yang paling tepat untuk menggambarkan gunung-gunung berdasarkan informasi ini adalah kata "pasak" karena bagian terbesar dari sebuah pasak tersembunyi di dalam tanah. Pengetahuan semacam ini, tentang gunung-gunung yang memiliki akar yang dalam, baru diperkenalkan di paruh kedua dari abad ke-19.
Sebagaimana pasak yang digunakan untuk menahan atau mencencang sesuatu agar kokoh, gunung-gunung juga memiliki fungsi penting dalam menyetabilkan kerak bumi. Mereka mencegah goyahnya tanah. Allah berfirman:
وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (An Nahl, 16:15)
Maha Benar Allah yang Maha Agung.
 

Inilah Hubungan KA'BAH Dengan KIAMAT


Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun untuk manusia beribadah adalah rumah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi manusia. (QS. Ali Imran: 96)

Kita mungkin pernah bertanya kenapa harus solat menghadap Kiblat, juga kenapa harus ada Ibadah Thawaf, Ini juga sering jadi perenungan manusia, seperti ini :

1. Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Alam), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh Arah Jempol.
2. Dengan pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.
3. Kenapa Solat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap Kiblat
4. Kenapa Solat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.
5. Singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi


Perenungan Sintesa :

1. Energi Solat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul dan terakumulasi di Kabah setiap saat, karena Bumi berputar sehingga solat dari seluruh Dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang Bandung solat Dzuhur, beberapa menit kemudian orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung dan seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India Pakistan, di Makasar sudah mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London Sholat Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.

2. Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makah sekitarnya dan Jamaah Umroh / Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya.

3. Maka menurut implikasi hukum Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan diputar dengan Tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas MENUJU LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kabah namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke Hadirat Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang terfokus naik ke atas Langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang solat dan tawaf (kiamat?).
Kesimpulan
1. Solat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan Tuhan juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin

2. Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Tuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).

3. Terjawablah jika sholat itu tidak menyembah batu (Kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.

4. Tuhan Maha Pandai, Maha Besar dan Maha Segalanya

Ini sekedar renungan dan analisa , semoga saja mampu memotivasi kita dan para Pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa Tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada Tuhan Yang Maha Esa. Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci dan Hadist bahkan mendukungnya. Semoga bermanfaat...

Ramalan Untuk Memastikan Bahwa Ka'bah Dan Kiamat hanya Allah Yang Tahu :
1. Ka'bah Akan Hancur Dengan Sendirinya (Terbukti dengan ditenggelamkannya satu pasukan yang akan menyerang ka'bah suatu hari nanti)
2. Jika Pusat Bumi Bergeser Akan Banyak Kekacauan (seperti Musim Yang tidak Mengenal waktu)
3. Kiamat Akan Cepat Terjadi Jika Sholat Sudah Ditinggalkan (Baca Disini)
4. Anda Pasti Juga pernah mendengar jika Siapa Yang Meninggalkan sholat berarti telah merobohkan Agama.
5. Untuk selain Islam, kapan kapan akan kita kupas, bagaimana kemampuan Pentium 2 dan pentium 4 sungguh berbeda, bagaimana petunjuk Allah Disempurnakan dari umat Ibrahim, Musa hingga Muhammad saw, Nabi Isa menyempurnakan Taurat dengan Injil, Dan Muhammad menyempurnakan keduanya Dengan Al Qur'an. Hingga Kalian mengerti bahwa kita dulu adalah umat yang satu (sebagai pembuka cakrawala silahkan baca di SINI)
 
 
 
 
Sumber: situslakalaka

Terungkapnya Ka'bah Sebagai Pusat Bumi

 

Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ???”

Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka sebenarnya diri kita mencharged ulang suatu energi misterius yang berkaitan dengan kehidupan bumi dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. Itu juga sebabnya tidak ada setetespun kotoran burung yang menempel diatas ka'bah. Tidak ada satupun pesawat yang berani melintas diatasnya. Dan ini juga yang akan memberitahukan kita bahwa Sholat adalah penyangga agama. Ya.....Kiamat akan segera tiba, manakala makin sedikitnya orang yang mencharged energi tersebut.

Dan yang perlu anda ingat, Tidak ada satu kekuatanpun yang sanggup menghancurkan ka'bah, Ka'bah dituliskan akan hancur dengan sendirinya ketika kiamat hampir tiba.......dan bisa anda tebak penyebabnya adalah ketika orang mulai meninggalkan sholat, ketika energi itu hilang karena makin sedikit orang menchargednya. Wallaahu a'lam Bish showab

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) “

Radiasi dari Ka'bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa abad 20, membuktikan jika Qur'an ialah berasal dari ALLAH, & bukti Qur'an mukjizat sepanjang masa. Kerana banyak ayat yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82

HADITS SOHIH ROSULULLAH SAW Tentang Wanita Masuk Surga

 
Bab wanita masuk syurga
عَنْ عَبدُالرَّحْمَن بن العوف
اَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ
اِذَا صَلَّتِ الْمِرَأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا
وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَاطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيْلَ لَهَا
أُدْ خُلِى الْجَنَّةَ مِنْ اَيِّ اَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
Dari Abdurrahman bin Auf r.a.
 bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
"Jika perempuan mengerjakan solat yang lima ,
puasa Ramadhannya , memelihara kehormatannya
dan taat kepada suaminya maka akan dikatakan kepadanya
masuklah ke dalam syurga dari pintu yang mana saja engkau suka
Hadis riwayat Ahmad dan Thabarani


Bab banyak jalan untuk bersedakah
عَنْ أَبِي ذَرٍّ
 أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
 يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ
 يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي
 وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ
 قَالَ أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ
 إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً
وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً
وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ
وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ
 قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ
 أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ
قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ
فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا
Dari Abu Dzar r.a. (menceritakan) :
"Bahawa beberapa orang dari sahabat Nabi s.aw..
mengatakan kepada Nabi s.a.w.
"Ya Rasulullah ! orang-orang kaya (mampu)
berangkat dengan pahala yang banyak.
Mereka sembahyang sebagaimana kami sembahayang,
mereka puasa sebagaimana kami puasa,
dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka".
Nabi s.a.w. menjawab :
"Bukankah Allah telah mengadakan untuk kamu
 apa yang akan kamu sedekahkan?
Bahawa membaca SubhanaAllah itu sedekah,
membaca Allahu Akbar sedekah,
membaca Alhamdulillah sedekah,
membaca 'la ilaha illah' sedekah,
menyuruh berbuat baik sedekah,
mencegah berbuat salah sedekah
dan berkenaan dengan kemaluan salah seorang kamu (berjima'),
juga sedekah
Mereka bertanya :
"Ya Rasulullah ! apakah seseorang kami melepaskan syahwatnya
akan beroleh pahalakah dia kerananya ?"
Nabi s.a.w. menjawab :
"Adakah kamu mengetahui , kalau syahwat dilepaskan secara haram
apakah kerananya dia akan memperoleh dosa?
Begitu pula kalau dia melepaskan syahwatnya
dengan cara yang halal tentu dia akan memperoleh pahala"
Hadis sahih riwayat Muslim